Istri Meninggal, Heri Mundur dari "Tugas Negara"

Kompas.com - 26/08/2009, 13:38 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Selain Daniel Daen Sabon, terdakwa lain kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Heri Santosa, juga sempat mengurungkan niat untuk melaksanakan "tugas negara". Heri mengundurkan diri setelah istrinya meninggal dunia. Hal tersebut tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tertanggal 20 Mei 2009.

"Keterangan lain yang akan saya tambahkan adalah pada saat istri saya meninggal (28 Februari 2009) saya pernah bicara kepada Hendrik untuk keluar dari pekerjaan yang ditawarkannya tersebut (menghabisi nyawa Nasrudin)," ujar pengacara Heri, Agustinus Payong, membacakan eksepsi dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (26/8).

Namun, hal tersebut ditolak oleh Hendrikus alias Hendrik. Menurut Hendrik, Heri telanjur mengetahui rencana tugas negara itu. "Namun, oleh Hendrik tidak dikasih dengan alasan ini adalah tugas negara karena kamu sudah tahu, jadi kamu harus ikut. Bila tidak, nanti kamu yang akan dihabisi. Jadi, saat itu saya tidak ingin pekerjaan tersebut," kata Heri dalam BAP.

Selain dijanjikan uang sebesar Rp 70 juta, Heri yang mengendarai sepeda motor bersama Daniel sang eksekutor, juga dijanjikan akan diberi pekerjaan di salah satu instansi pemerintahan. Sebab, tugas pembunuhan ini berasal dari negara.

Pada Rabu ini, Heri dan empat tersangka lain kasus tersebut menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan tanggapan penasihat hukum atas dakwaan jaksa penuntut umum. 

Pada sidang tersebut pengacara Heri keberatan dengan berita acara pemeriksaan Heri pada 27 April 2009 yang disusun tanpa pendampingan dari penasihat hukum. Oleh karena itu, tim penasihat hukum meminta agar majelis hakim menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau