TANGERANG, KOMPAS.com — Berbeda dengan ayahnya yang pemuka agama, Mohammad Jibril alias Muhammad Ricky Ardan tidak begitu dikenal oleh masyarakat di sekitar rumah ayahnya yang beralamat di kompleks Witana Harja Blok C 137, Pamulang, Tangerang, Banten.
Pihak tetangga hanya sesekali melihat Mohammad Jibril berkunjung ke rumah sang ayah menggunakan sepeda motor.
"Kalau lihat dia datang atau pergi sering naik motor. Tapi di rumah juga tidak lama, paling hanya beberapa jam," kata Hermansyah, salah seorang petugas keamanan di kompleks Witana Harja kepada wartawan, Rabu (26/8).
Hermansyah mengaku tidak begitu kenal Jibril. Ia menuturkan, Mohammad Jibril juga jarang bersosialisasi dengan pemuda seusia di sekitar rumah ayahnya. Ia menduga itu disebabkan Jibril baru pindah sejak tahun 2004.
"Berbeda dengan bapaknya. Abu Jibril saya kenal karena sering ceramah di masjid," ujar Herman.
Salah seorang warga yang enggan disebut namanya menuturkan, Mohammad Jibril jarang terlihat di sekitar rumah sang ayah. "Yang sering kelihatan itu ibu dan bapaknya. Kalau mereka mau ke masjid," ujar warga tersebut.
Yati (34), tetangga depan rumah Abu Jibril, mengatakan, keluarga Abu Jibril tertutup dengan warga sekitar. "Kita ibu-ibu di sini ada pengajian, tapi ibunya enggak pernah ikut karena punya pengajian sendiri yang pada pakai cadar," ujar warga yang baru setahun menjadi tetangga Abu Jibril.
Ia tidak menyangka, Abu Jibril terlibat aksi terorisme. Yati mendengar kabar tersebut dari siaran televisi. "Baru tahu dari TV, sempat kaget juga," tukas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang