Obat Antikanker Diduga Timbulkan Gejala Berat

Kompas.com - 26/08/2009, 22:45 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah temuan dari pusat penelitian di Seattle baru-baru ini memperlihatkan satu jenis obat kanker payudara diduga menimbulkan gejala lebih berat, demikian laporan media Rabu.
    
"Tamoxifen", yang diperkenalkan pada 1978, digunakan untuk mencegah kambuhnya kanker pada perempuan yang sudah menjalani operasi guna mengangkat tumor mereka.

Namun, satu studi baru-baru ini menunjukkan obat tersebut meningkatkan risiko serangan kanker yang lebih agresif pada payudara yang sehat sebanyak lebih dari empat kali lipat.

"Semua pengobatan memiliki risiko dan manfaat," kata Dr. Christopher Li, anggota Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle. "Jika anda menganggap keseimbangan penuh, buat sebagian besar perempuan, manfaatnya akan jauh lebih besar dari resikonya."

Studi baru itu, yang menilai kemungkinan perkembangan kanker baru pada payudara kedua, mendapati bahwa perempuan yang menggunakan "tamoxifen" selama lima tahun menghadapi kemungkinan 60 persen untuk tidak terserang tumor baru sensitif-estrogen dibandingkan dengan yang tidak menggunakan pada payudara kedua, dan 40 persen lebih kecil untuk terserang tumor baru dari jenis apapun pada payudara kedua.

Beberapa ahli kanker payudara mengatakan mereka khawatir pasien kanker payudara yang mendengar mengenai studi baru tersebut mungkin berhenti menggunakan "tamoxifen", sekalipun alasan utama untuk menggunakan obat itu ialah untuk mencegah kanker yang sudah mereka derita kambuh dan menyebar, sehingga dapat mengakibatkan kematian.
    
Banyak ahli lain sependapat bahwa studi baru tersebut bukan alasan bagi pasien kanker payudara untuk berhenti menggunakan "tamoxifen". "Yang harus kita ingat ialah ’tamoxifen’ menyelamatkan nyawa," kata Dr. Victor Vogel, Wakil Presiden Penelitian Nasional di "American Cancer Society".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau