Arus mudik

Jalinpantim Lampung Belum Siap untuk Mudik

Kompas.com - 27/08/2009, 05:27 WIB

Bandar Lampung, Kompas - Menghadapi arus mudik Lebaran 2009, jalur lintas pantai timur atau jalinpantim belum bisa dipakai sebagai jalur lintas utama. Pemudik lebih disarankan menggunakan jalan lintas timur sebagai jalur mudik.

Pernyataan tersebut disampaikan karena ruas jalinpantim masih rusak berat sepanjang 850 meter dan terdapat penyempitan jalan. Selain itu, jalinpantim lebih aman dilalui pada pagi hingga sore hari karena minimnya rambu-rambu dan penerangan di ruas jalinpantim.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Zainal Abidin, Rabu (26/8), pada paparan kesiapan angkutan Lebaran 2009 mengatakan, pada ruas jalinpantim sepanjang 204,3 kilometer yang menghubungkan Bakauheni-Ketapang-Sukadana-Rumbia-Menggala masih terdapat titik-titik yang rusak. Di antaranya sepanjang 10 kilometer dari titik Way Jepara-Labuhan Maringgai. Pada ruas tersebut, jalan masih menyempit karena masih terhambat pembebasan lahan.

Dinas Perhubungan Lampung juga tidak merekomendasikan jalinpantim menjadi jalur mudik pada malam hari. Meski ruas jalan tersebut bisa menghemat waktu tempuh, tetapi jalur tersebut masih minim penerangan dengan rambu-rambu lalu lintas yang juga masih kurang.

”Kami mengimbau kepada pemudik untuk tidak melewati jalur tersebut pada malam hari. Jalur tersebut lebih baik dilalui pada pagi atau siang hari saja,” ujar Zainal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lampung Berlian Tihang juga menegaskan, saat ini sekitar 850 meter di ujung jalinpantim, tepatnya di Jembatan Bawang Bakung, rusak berat. Di titik tersebut saat ini tengah dikerjakan pengerjaan rigid, atau jalan yang dibangun dengan beton. Adapun 400 meter sisanya masih dalam proses penyelesaian rigid. Sementara itu, 2,15 kilometer di antaranya rusak ringan. ”Meski demikian, secara fungsional jalinpantim bisa dilewati kendaraan,” ujar Berlian.

Selain ruas jalinpantim, Dinas Pekerjaan Umum Lampung juga memastikan bahwa jalan-jalan lintas Sumatera di Lampung siap dilalui kendaraan. Kerusakan yang terpantau adalah kerusakan ringan.

Jalan lintas timur, dari total panjang 284 kilometer, terpantau yang mengalami rusak ringan sepanjang 7 kilometer di titik Menggala-Unit II-Simpang Pematang. Di jalan lintas tengah Sumatera sepanjang 156 kilometer, terpantau yang mengalami rusak ringan sepanjang 8,5 kilometer di titik antara Kotabumi, Lampung Utara, dan Bukit Kemuning, Lampung Utara. (hln)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau