Bandar Lampung, Kompas -
Pernyataan tersebut disampaikan karena ruas jalinpantim masih rusak berat sepanjang 850 meter dan terdapat penyempitan jalan. Selain itu, jalinpantim lebih aman dilalui pada pagi hingga sore hari karena minimnya rambu-rambu dan penerangan di ruas jalinpantim.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Zainal Abidin, Rabu (26/8), pada paparan kesiapan angkutan Lebaran 2009 mengatakan, pada ruas jalinpantim sepanjang 204,3 kilometer yang menghubungkan Bakauheni-Ketapang-Sukadana-Rumbia-Menggala masih terdapat titik-titik yang rusak. Di antaranya sepanjang 10 kilometer dari titik Way Jepara-Labuhan Maringgai. Pada ruas tersebut, jalan masih menyempit karena masih terhambat pembebasan lahan.
Dinas Perhubungan Lampung juga tidak merekomendasikan jalinpantim menjadi jalur mudik pada malam hari. Meski ruas jalan tersebut bisa menghemat waktu tempuh, tetapi jalur tersebut masih minim penerangan dengan rambu-rambu lalu lintas yang juga masih kurang.
”Kami mengimbau kepada pemudik untuk tidak melewati jalur tersebut pada malam hari. Jalur tersebut lebih baik dilalui pada pagi atau siang hari saja,” ujar Zainal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lampung Berlian Tihang juga menegaskan, saat ini sekitar 850 meter di ujung jalinpantim, tepatnya di Jembatan Bawang Bakung, rusak berat. Di titik tersebut saat ini tengah dikerjakan pengerjaan rigid, atau jalan yang dibangun dengan beton. Adapun 400 meter sisanya masih dalam proses penyelesaian rigid. Sementara itu, 2,15 kilometer di antaranya rusak ringan. ”Meski demikian, secara fungsional jalinpantim bisa dilewati kendaraan,” ujar Berlian.
Selain ruas jalinpantim, Dinas Pekerjaan Umum Lampung juga memastikan bahwa jalan-jalan lintas Sumatera di Lampung siap dilalui kendaraan. Kerusakan yang terpantau adalah kerusakan ringan.
Jalan lintas timur, dari total panjang 284 kilometer, terpantau yang mengalami rusak ringan sepanjang 7 kilometer di titik Menggala-Unit II-Simpang Pematang. Di jalan lintas tengah Sumatera sepanjang 156 kilometer, terpantau yang mengalami rusak ringan sepanjang 8,5 kilometer di titik antara Kotabumi, Lampung Utara, dan Bukit Kemuning, Lampung Utara.