Masyarakat Inginkan SBY Pilih Menteri Profesional

Kompas.com - 27/08/2009, 17:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat lebih mengharapkan SBY memilih para profesional untuk membantunya di kabinet. Demikian hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) kepada sekitar 78,3 persen responden yang diungkapkan di kantor LSI, Kamis (27/8).

Profesionalisme merupakan kriteria terpenting yang dinilai masyarakat daripada alasan primordialitas. "Profesional-lah yang terpenting, bukan yang primordial atau keagamaan atau kedaerahan," ucap Direktur Riset LSI Dodi Ambardi.

LSI mencatat hanya 6,9 persen masyarakat yang menganggap bahwa SBY harus mempertimbangkan kriteria wakil daerah secara seimbang dalam menyusun kabinet. Sebanyak 4,1 persen yang menganggap penting kriteria wakil dari parpol atau setidaknya orang parpol, 4 persen untuk kriteria wakil dari organisasi sosial kemasyarakatan dan 3,1 persen untuk kriteria wakil kelompok agama secara seimbang. Sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Dodi juga menegaskan, tidak ada perbedaan persepsi terhadap kriteria yang penting dari wilayah-wilayah pengambilan sampel. Bahkan, untuk wilayah Indonesia timur, angka pilihan terhadap kriteria profesionalitas lebih tinggi.

Dodi mengatakan, masyarakat mengharapkan SBY nantinya akan mampu membentuk kabinet ahli yang terdiri dari orang-orang yang profesional, berkapasitas, berkompetensi dan berpengalaman, lepas dari latar belakang politik, agama, dan asal daerahnya. "Di sini rasionalitas pemilih ditunjukkan," tandas Dodi.

Survei yang dilakukan terhadap 1.270 responden ini dilakukan pada tanggal 18-28 Juli 2009 dengan metode wawancara tatap muka. Kualitas dikontrol dengan dua metode, monitoring via telepon dan sebagian kecil dimonitor dengan didatangi langsung. Sampel terdapat dikelompokkan dalam cluster-cluster berdasarkan populasi pemilih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau