Kenaikan Harga Gula Untungkan Petani

Kompas.com - 27/08/2009, 20:19 WIB

 

MADIUN, KOMPAS.com- Kenaikan harga lelang gula yang terus menerus pada musim giling ini menguntungkun petani tebu. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Saat musim giling tahun lalu, petani tebu harus merugi karena harga lelang gula di bawah biaya produksi yang dikeluarkan.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Pabrik Gula (PG) Pagotan, Kabupaten Madiun, Suryadi, Kamis (27/8), mengatakan, dua minggu yang lalu harga lelang gula di PG Pagotan Rp 7.100 per kilogram (kg) sedangkan minggu lalu harga lelang gula naik menjadi Rp 8.371 per kg.

Tingginya harga lelang gula yang membuat petani sangat diuntungkan juga dialami petani tebu yang memasok tebunya ke PG Rejoagung, Kota Madiun. Menurut Ketua APTRI PG Rejoagung, Suwandi, harga lelang gula minggu lalu Rp 7.920 per kg sedangkan pada awal minggu ini naik lagi menjadi Rp 8.700 per kg.

"Harga itu sangat menguntungkan petani karena sebetulnya biaya produksi petani sudah kembali kalau harga gula sekitar Rp 6.000 per kg," kata Suwandi.

Namun keuntungan yang diperoleh petani ini tidak sepenuhnya untuk petani. Mereka harus berbagi dengan investor atau pemberi dana talangan kepada petani tebu.

Sesuai kesepakatan awal, kalau harga lelang gula di atas harga pokok penyangga gula yang ditetapkan pemerintah Rp 5.350 per kg, maka tambahan hasil penjualan gula dari kelebihan harga jual gula petani dari lelang akan dibagi dengan investor. Komposisi pembagian hasil penjualan, 60 persen untuk petani dan 40 persen untuk investor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau