SHANGHAI, KOMPAS.com — Baru dua bulan semenjak lahir kembali dari kepailitan, pabrikan mobil asal Amerika Serikat, Chrysler Group, mulai mencari partner baru di China. Tujuannya, untuk ikut merasakan besarnya potensi pasar Asia, utamanya China, yang punya perkembangan paling pesat di dunia saat ini.
Beberapa minggu belakangan ini, beberapa delegasi Chrsyler dan Fiat (aliansi) "berburu" mitra lokal di Negeri Tirai Bambu untuk mendirikan basis produksinya. Juru bicara Chrsyler, Gualberto Ranieri, seperti dikutip kantor berita Reuters mengatakan, China merupakan salah satu pasar terpenting untuk produsen nomor tiga di AS itu.
Salah satu produk yang menjadi kandidat akan diproduksi adalah Jeep Compass. Nah, platform mobil ini juga dikenal dengan sebutan "Chrysler C-platform" yang merupakan basis untuk produk Dodge Caliber dan Jeep Patriot.
Beberapa pabrikan China yang tengah didekati prinsipal antara lain Guangzhou Auto, partner lokal Fiat sejak Juli lalu. Selanjutnya, Chrysler juga mengunjungi pabrik milik Changfeng Auto di Hunan untuk mendiskusikan kemungkinan memasok mesin agar bisa memulai aktivitas produksi bagi produk asal Negeri Paman Sam itu.
Saat ini, Chrysler menjual empat model Jeep di China. Namun, semua produknya diimpor secara utuh atau completely built-up (CBU) dari Amerika Utara.
Penetrasi Chrysler mengarungi pasar otomotif dunia makin agresif pasca-suntikan dana yang diperoleh dari Pemerintah Amerika Serikat. Chrysler juga menggandeng salah satu produsen komponen terbesar Kanada, Magna International (MGa.TO), dan pabrikan otomotif Rusia, GAZ, untuk masuk ke pasar Eropa Timur.