Virus HPV Juga Sebabkan Kanker Penis

Kompas.com - 28/08/2009, 10:55 WIB

KOMPAS.com — Virus penyebab kanker serviks yang ditularkan lewat hubungan seksual ternyata juga menjadi penyebab separuh dari kasus kanker penis. Demikian menurut penelitian terbaru dari para ahli di Spanyol.

Human papilloma virus (HPV), demikian nama virus itu, dapat mencetuskan terjadinya kanker di bagian vagina, penis, anus, dan kutil di alat kelamin meski yang disebut terakhir ini kejadiannya jarang.

Kanker penis memang jarang terjadi, diperkirakan kurang dari 1 persen pria di Eropa dan Amerika Utara yang menderita kanker ini. Meski demikian, angka kejadiannya lebih tinggi 10 kali pada pria di Afrika dan Asia. Di seluruh dunia, setiap tahunnya ada 26.000 kasus kanker baru.

Dr Silvia de Sanjose dan timnya dari Catalan Institute of Oncology, Barcelona, Spanyol, melakukan studi klinis terhadap kanker penis antara tahun 1986 dan 2008, dan menemukan 46,9 persen tumor ternyata terkait dengan HPV.

Oleh karena itu, vaksin HPV juga dinilai bermanfaat bagi remaja pria untuk mencegah terjadinya kanker penis. Selama ini vaksin HPV hanya direkomendasikan untuk remaja putri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau