Komunikasi Politik Tak Boleh Main-main!

Kompas.com - 28/08/2009, 12:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi senior, Akbar Tandjung, mengatakan, komunikasi politik yang dilakukan antarpartai tak seharusnya dilakukan secara tak serius. Komunikasi politik, menurut Akbar, merupakan elemen penting dalam berpolitik.

Hal itu disampaikan Akbar, saat ditanya komentarnya tentang pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Ahmad Mubarok. Mubarok menyebut pendekatan ke PDI Perjuangan merupakan permainan politik partainya untuk menekan mitra koalisi.

"Menurut saya, komunikasi politik adalah suatu hal yang penting. Tidak boleh hanya dianggap main-main," kata Akbar, ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat ( 28/8 ).

Kendati demikian, ia melihat, maksud pernyataan Mubarok tidak untuk menggambarkan komunikasi politik yang dibangun hanya sekadar main-main. "Komunikasi politik itu untuk menyamakan persepsi dalam menanggapi berbagai permasalahan, menyamakan sikap, langkah dan bisa diwujudkan dalam bentuk koalisi," ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar ini.

Komunikasi Demokrat dan PDI Perjuangan pun dinilai sebagai hal yang normal dilakukan di dunia politik. Dari komunikasi tersebut, diharapkan bisa mempercepat proses pengambilan keputusan politik yang bermanfaat untuk kepentingan negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau