Kalla Tolak Komentari Pertemuan Yuddy dan Tutut

Kompas.com - 28/08/2009, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla enggan mengomentari pertemuan antara Ketua Departemen Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Partai Golkar Yuddy Chrisnandy dan putri sulung mantan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Soeharto, Siti Hardiyanti Indra Rukmana yang berlangsung kemarin malam.

"Wah, itu biar jadi urusan calon ketua saja. Saya tidak mau ikut mencampurinya," ujar Kalla, yang ditanyai wartawan usai ibadah shalat Jumat di Mesjid Baiturrahman, komplek Istana Wapres Jakarta, Jumat (28/8) siang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Yuddy adalah seorang kader muda Partai Golkar yang telah menyatakan diri maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar. Yuddy pun telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh Golkar, dan terakhir kemarin malam ia menemui Siti Hardiyanti yang biasa disapa dengan sebutan Mbak Tutut.

Yuddy sendiri mengaku bakal mundur dari bursa pencalonan tersebut, jika Mbak Tutut memilih ikut maju menjadi calon Ketua Umum. Pernyataannya kemarin malam, bahkan diulangi lagi siang ini. Saat ditemui di gedung DPR RI, ia pun mengungkapkan hal serupa, dan juga menyatakan bersedia menjadi "campaign manager" bagi Mbak Tutut.

Selain tak mau berkomentar soal pertemuan para kadernya, Kalla pun tidak mau berkomentar saat ditanya mengenai manuver sejumlah kader partai berlambang pohon beringin itu, untuk mendapatkan posisi sebagai menteri. "Saya tidak bisa berkomentar soal itu ya," jawabnya singkat.

Sementara itu, saat berita ini diturunkan, Kalla masih mengadakan pembicaraan dengan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Priyo Budi Santoso. Priyo mendampingi Kalla saat ibadah shalat Jumat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau