GRESIK, KOMPAS.com - Sholikan (37) warga Desa Sembayat Timur Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik Jumat (28/8) pukul 11.00 ditemukan tewas di Bengawan Solo.
Semula Sholikan berangkat memancing ikan pada Rabu (26/8) pukul 20.00 usai shalat tarawih. Dia mencari ikan untuk lauk berbuka puasa. Semalaman korban memancing hingga menjelang makan sahur Kamis (27/8) korban pulang. Merasa ikan hasil tangkapan sedikit, korban kembali memancing lagi usai makan sahur. Jarak Bengawan dengan rumah hanya sekitar 50 meter.
Namun ditunggui istri dan keluarganya hingga Kamis sore Solikhan tidak kunjung pulang, korban menghilang 2 x24 jam. Setelah bertanya ke sana kemari tidak ada yang tahu, keluarga melapor kepolisian sektor Manyar. Akhirnya warga dibantu polisi dan tim SAR polisi air Gresik mencari Solikhan. Korban pun ditemukan tewas mengambang 300 meter dari tempat dia terakhir terlihat warga memancing. Ia ditemukan mengambang sekitar 15 meter dari bibir sungai.
Kepala Kepolisian Sektor Manyar Ajun Komisaris Darsuki menyatakan polisi tidak menemukan bekas penganiayaan. Berdasar keterangan keluarga korban mengidap penyakit epilepsi (ayan). "Diduga korban terpeleset ke sungai saat memancing, akhirnya tercebur dan tidak tertolong," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang