Penderita Epilepsi Tewas di Bengawan Solo

Kompas.com - 28/08/2009, 14:56 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Sholikan (37) warga Desa Sembayat Timur Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik Jumat (28/8) pukul 11.00 ditemukan tewas di Bengawan Solo.

Semula Sholikan berangkat memancing ikan pada Rabu (26/8) pukul 20.00 usai shalat tarawih. Dia mencari ikan untuk lauk berbuka puasa. Semalaman korban memancing hingga menjelang makan sahur Kamis (27/8) korban pulang. Merasa ikan hasil tangkapan sedikit, korban kembali memancing lagi usai makan sahur. Jarak Bengawan dengan rumah hanya sekitar 50 meter.

Namun ditunggui istri dan keluarganya hingga Kamis sore Solikhan tidak kunjung pulang, korban menghilang 2 x24 jam. Setelah bertanya ke sana kemari tidak ada yang tahu, keluarga melapor kepolisian sektor Manyar. Akhirnya warga dibantu polisi dan tim SAR polisi air Gresik mencari Solikhan. Korban pun ditemukan tewas mengambang 300 meter dari tempat dia terakhir terlihat warga memancing.  Ia ditemukan mengambang sekitar 15 meter dari bibir sungai.

Kepala Kepolisian Sektor Manyar Ajun Komisaris Darsuki menyatakan polisi tidak menemukan bekas penganiayaan. Berdasar keterangan keluarga korban mengidap penyakit epilepsi (ayan). "Diduga korban terpeleset ke sungai saat memancing, akhirnya tercebur dan tidak tertolong," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau