Teknologi Belum Jelas, Nota Kesepahaman Kerja Sama Sudah Dibuat

Kompas.com - 28/08/2009, 15:27 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Kesepahaman untuk membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Ciangir, Legok, telah ditandatangani antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun, hingga kini belum ada keputusan teknologi apa yang akan digunakan.

"Sejauh ini belum ada keputusan teknologi apa yang akan digunakan. Setelah ada kesepahaman kerja sama ini barulah akan dicari teknologi yang tepat," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo seusai penandatanganan kesepahaman kerja TPST Ciangir di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten Tangerang di Jalan Somawinata, Tigaraksa, Jumat (28/8). Saat berbicara kepada wartawan, Gubernur DKI didampingi Bupati Tangerang Ismet Iskandar.

Namun, Fauzi Bowo menambahkan, teknologi yang akan digunakan berbeda dengan teknologi pengolahan sampah di Bantargebang, Bekasi. "Yang pasti, teknologinya tidak seperti di Bantargebang," papar Foke, demikian Fauzi dipanggil.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Hery Heryanto mengatakan, setelah penandatanganan ini pihaknya akan melakukan langkah berupa penelitian antara lain mengenai teknologi yang akan digunakan untuk TPST Ciangir.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna Subroto juga membenarkan hingga kini belum adanya keputusan dan kesepakatan teknologi apa yang akan digunakan. "Setelah penandatanganan kesepahaman kerja ini, barulah akan dicari teknologi yang tepat untuk digunakan di Ciangir," jelas Eko.

Kesepahaman kerja sama pengolahan TPST Ciangir telah dituangkan dalam Nota Kesepakatan Pemanfaatan Lahan TPST yang ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Bupati Tangerang H Ismet Iskandar.

Nota kesepahaman hanya bersifat umum tentang kesepakatan kerja sama pemanfaatan lahan Ciangir milik Pemprov DKI Jakarta sebagai TPST untuk pengelolaan sampah DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang.

Pada tahap awal, sasaran sampah kota dari DKI Jakarta yang akan diolah di TPST Ciangir tersebut sebanyak 1.500 ton per hari. Sementara itu, sampah dari Kabupaten Tangerang dan sekitarnya diperkirakan mencapai 1.000 ton per hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau