Perajin Batik Cirebon Dukung "Ekskul" Membatik

Kompas.com - 28/08/2009, 15:32 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Kalangan perajin batik Cirebon menyatakan dukungannya atas upaya pelestarian seni batik daerah itu dengan menerapkan pelajaran ekstrakulikuler membatik kepada siswa SD di kabupaten setempat.

"Kami sangat mendukung sekaligus bergembira, karena seni membatik masyarakat Cirebon tetap akan lestari," kata Masnedi Masina, Sekretaris Koperasi Batik Trusmi Cirebon yang juga pengusahan batik ini, Jumat (28/8). "Bahkan kami siap melayani sekolah apabila diperlukan," tambahnya.

Hanya saja, menurut dia, proses membatik diperlukan banyak bahan, terutama lilin. Satu helai kain, kata dia, biasanya menghabiskan lilin antara 2-3 kilogram. Harga lilin saat ini Rp15.000 per kilogram, yang merupakan kombinasi dari bahan yang dibeli dari pertamina, "gundorukem" atau getah pohon pinus, serta lilin bekas yang didaur ulang.

"Bahan-bahan tersebut perlu disediakan oleh sekolah yang mendapat pelatihan," katanya.

Terkait upaya tersebut, lanjut Mesnedi, Bupati Cirebon Dedi Supardi baru-baru ini menerima penghargaan dari Mendiknas Bambang Soedibyo. Penghargaan diberikan atas kebijakan gubernur menerapkan seni batik sebagai salah satu pelajaran ekstrakulikuler di SD. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau