Oentarto Akan Beberkan Keterlibatan Hari Sabarno

Kompas.com - 28/08/2009, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di berbagai daerah, Oentarto Sindung Mawardi, mengancam akan membeberkan perihal keterlibatan mantan Mendagri Hari Sabarno dalam kasus korupsi yang diduga merugikan negara hingga Rp 30 miliar itu.

"Oh iya, pasti (dibeberkan siapa saja yang terlibat)," ujarnya seusai diperiksa KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/8). Ia menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya akan mengungkap keterlibatan Hari Sabarno dalam kasus tersebut.

Kemunculan nama Hari Sabarno dalam kasus ini berawal dari penerbitan radiogram pengadaan mobil pemadam kebakaran di sejumlah daerah yang diterbitkan Oentarto. Penerbitan radiogram itu, diakui Oentarto, dilakukan di bawah ancaman senjata api Hengky Samuel Daud, salah seorang tersangka.

Saat itu Hengky mengaku Hari Sabarno, Mendagri saat itu, memerintahkan Oentarto untuk segera menandatangani radiogram itu. KPK sendiri telah beberapa kali memeriksa Hari Sabarno sebagai saksi.

Dalam pengakuannya, Hari Sabarno membantah keterlibatannya dalam kasus itu. Menurutnya, penerbitan radiogram dilakukan dengan cara yang tidak wajar dan janggal karena tembusannya hanya ke menteri, tidak ke Inspektur Jenderal dan Sekretaris Jenderal Depdagri.  Selain itu, ia juga menyebutkan kekurangan radiogram itu tidak dilengkapi dengan undang-undang yang berlaku.

Perkembangan terbaru dari berkas kasus Oentarto sendiri adalah telah dinyatakan P21 oleh KPK, Jumat ini. Oentarto pun akan segera berganti status menjadi terdakwa. Menanggapi hal itu, Oentarto mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada para pengacaranya dan KPK. "Dan kita siaga saja. Kan masih proses," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau