Kurang Data, KPK Belum Berani Bentuk Komisi Etik

Kompas.com - 28/08/2009, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi hingga Jumat (28/8) belum dapat membentuk Komisi Etik untuk Ketua KPK (nonaktif) Antasari Azhar. Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan, KPK masih memerlukan sejumlah data dan pendalaman lebih lanjut terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa Internal KPK terhadap Antasari beberapa waktu yang lalu.

"Tadi pimpinan KPK setelah mendengar laporan dari Tim Pemeriksa Internal menyatakan, kita masih memerlukan data dan perlu melakukan pendalaman lebih lanjut. Karena itu, sampai hari ini pimpinan belum putuskan akan membentuk Komisi Etik atau tidak," kata Johan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/8).

Pimpinan KPK sejak pukul 09.00 Jumat ini menggelar rapat pimpinan di Gedung KPK. Dalam rapat yang melibatkan Tim Pemeriksa Internal itu, pimpinan menerima laporan dari Tim terkait pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Antasari Azhar. Pemeriksaan itu sendiri dilakukan Tim pada 19 dan 20 Juli lalu di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Johan, hingga saat ini informasi yang dimiliki KPK terkait dugaan pelanggaran kode etik masih kurang. Karena itu, KPK masih memerlukan tambahan informasi. Johan juga membantah jika KPK dikatakan bimbang karena belum juga membentuk Komisi Etik.

Menurutnya, yang dilakukan KPK adalah berhati-hati, bukan bimbang. "Bukan bimbang, tapi berhati-hati," kilahnya.

Antasari diduga telah melakukan pelanggaran kode etik pimpinan KPK karena telah melakukan pertemuan dengan buronan KPK, yaitu bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo di Singapura pada saat dirinya masih menjadi Ketua KPK aktif beberapa waktu yang lalu.

Atas perbuatannya tersebut, mantan jaksa itu diduga telah melanggar Pasal 36 Keputusan Pimpinan KPK Nomor KEP-06/P.KPK/02/2004 tentang Kode Etik Pimpinan KPK. Pasal itu menyebutkan, pimpinan KPK dilarang melakukan pertemuan dengan pihak yang sedang berperkara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau