JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengatasi mahalnya harga gula di pasaran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat akan menggelar operasi pasar. Operasi pasar di berbagai lokasi akan digelar minggu depan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM DKI Jakarta Ade Suharsono, Jumat (28/8), mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membantu masyarakat miskin agar dapat membeli gula dengan harga yang lebih murah. Dalam operasi pasar, gula akan dijual dengan harga sekitar Rp 7.000 sampai Rp 7.500 per kilogram.
Gula yang ada di pasaran saat ini dijual dengan harga berkisar Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per kilogram. Kenaikan harga gula yang mencapai 30 persen sejak sebelum bulan puasa dinilai terlalu tinggi sehingga pemerintah harus turun tangan agar masyarakat miskin tetap dapat menikmati gula dengan harga terjangkau.
"Gula di pasaran sebenarnya masih banyak dan peningkatan permintaan tidak berlebihan. Seharusnya tidak terjadi kenaikan harga yang berlebihan," kata Ade.
Kenaikan harga gula, kata Ade, lebih terpengaruh harga gula dunia yang naik karena meningkatnya permintaan dan menurunnya produksi. Negara produsen gula, seperti India, terimbas badai El Nino sehingga produksinya menurun.
Indonesia sebenarnya memproduksi gula sendiri dan gula yang ada di gudang dan pedagang masih dapat memenuhi kebutuhan warga. Di Jakarta, stok gula masih mencapai 3.528 ton, dan kebutuhan mencapai 300 ton sampai 450 ton per hari. Di sisi lain, pasokan dalam jumlah yang lebih besar dari kebutuhan terus masuk ke Jakarta.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, pemerintah akan menggelar operasi pasar untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok. Operasi pasar digelar serentak di lima kota untuk menurunkan harga dan memudahkan warga miskin membeli bahan kebutuhan mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang