Amauri Bikin Toni Resah

Kompas.com - 30/08/2009, 01:09 WIB

MUENCHEN, KOMPAS.com - Amauri bakal senang bukan kepalang jika akhirnya ia mendapatkan paspor Italia. Namun, hal itu membuat Luca Toni resah sebab posisinya di timnas Italia terancam oleh Amauri.

Saat ini Amauri tinggal menunggu waktu untuk mendapat pengesahan sebagai warga negara Italia. Jika itu terjadi, pemain asal Brasil itu tinggal memilih tim nasional mana yang akan dibelanya. Andai Italia menawarkan tempat kepadanya lebih dulu, bisa dipastikan Amauri bakal membela "Gli Azzurri" di pentas Piala Dunia 2010 dan ini membuat Toni gundah gulana.

Keresahan Toni sangat beralasan sebab ia mengakui sendiri bahwa Amauri lebih baik darinya. Menurutnya, striker Juventus itu mempunyai kekuatan yang sangat dibutuhkan untuk oleh "Gli Azzuri". Meski demikian, pemain Bayern Muenchen itu tetap yakin bahwa ia masih punya kesempatan bermain untuk negaranya.

"Saat ini, Amauri menjadi pemain terbaik, dia lebih kuat dariku sekarang," kata Toni kepada Tuttosport. "Namun, sesuatu bisa berubah dan apa pun bisa terjadi pada tahun mendatang. aku hanya ingin bermain dan mengambil kesempatan bermain lagi untuk 'Azzurri'."

Saat ini Toni harus berjuang keras untuk mendapatkan kembali posisinya di skuad utama Bayern. Jika tidak, tempatnya di timnas bisa diambil oleh siapa pun. Itu sebabnya ia ingin bermain lebih giat lagi.

"Bagaimanapun juga, aku akan bermain dengan benar. Aku butuh mencetak gol lebih banyak agar Lippi percaya. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk beramain di Piala Dunia di Afrika Selatan," katanya mantap.

Toni terakhir kali membela Italia pada turnamen Piala Konfederasi di Afsel, Juni lalu. Waktu itu Italia gagal menembus semifinal setelah menelan dua kekalahan di fase grup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau