Al Qaeda Sebut Penyerang Pangeran Saudi

Kompas.com - 30/08/2009, 17:13 WIB

DUBAI, KOMPAS.com-Al Qaeda mengumumkan identitas seorang militan yang berusaha membunuh asisten menteri dalam negeri Arab Saudi bernama Abdullah al-Asiri.

Pelaku pembom bunuh diri itu berpura-pura sebagai militan yang telah bertobat dan meledakkan dirinya di kantor Pangeran Mohammed bin Nayef di Jeddah, Kamis (27/8).

Ini adalah serangan pertama terhadap anggota keluarga kerajaan Saudi, sejak Al Qaeda melancarkan kekerasan di negara pengekspor minyak terbesar dunia itu pada 2003. "Pahlawan sahid itu termasuk dalam daftar 85 orang yang dicari, Abdullah Hassan Tali al-Asiri, yang juga dikenal sebagai Abul Khair, berusaha memasuki istananya, melewati pengawalnya dan meledakkan sebuah paket," kata pernyataan laman internet Islamis yang punyai kaitan dengan Organisasi Jihad Al Qaeda di Semenanjung Arab dan dilansir Reuters, Minggu (30/8).

Pernyataan itu mengisyaratkan Asiri tampaknya terbang ke Jeddah dari Najran, dekat perbatasan Yaman. Setelah masuk dari Yaman dia menuju ke kementerian dalam negeri.  "Dia lakukan itu melewati semua pemeriksaan bandara di Najran dan Jeddah, kemudian melakukan perjalanan dengan pesawat jet pribadi pangeran," katanya, disertai sebuah foto Asiri.

Perwakilan Al Qaeda di Saudi dan Yaman awal tahun ini membentuk Al Qaeda di Semenanjung Arab. Mereka berkumpul kembali di Yaman setelah kampanye kontraterorisme yang dipimpin Pangeran Mohammed.

TV Al Arabiya milik Saudi mengatakan, Asiri adalah warga Saudi berumur 23 tahun, dan abangnya Ibrahim juga masuk dalam daftar orang yang dicari. Arab Saudi mengeluarkan daftar 85 tersangka yang dicari pada Februari lalu, dan para analis mengatakan, beberapa di antara mereka telah kembali ke Arab Saudi dari tahanan AS di Teluk Guantanamo.

Para pejabat Saudi khawatir para militan itu menjadi pengungsi di daerah Yaman. Pasukan Yaman kini disibukkan dalam upaya meredam revolusi suku di utara dan pemberontakan separatis di selatan. Al Arabiya mengutip Menteri Luar Negeri Yaman, Abubakr al-Qirbi mengatakan, bahwa Asiri pergi ke Arab Saudi dari wilayah Yaman, Mi’rib.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau