SEMARANG, KOMPAS.com - Kenaikan harga gula pasir yang terus terjadi selama sebulan terakhir dipicu meningkatnya kebutuhan pasar. Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan dari kalangan industri makanan dan minuman yang sebelumnya menggunakan gula rafinasi.
Salah satu pengusaha minuman serbuk, Direktur PT Ulam Tiba Halim Harjanto Halim, Minggu (30/8), mengakui, mulai beralih menggunakan gula kristal putih lokal pada produknya setelah suplai gula rafinasi tersendat sehingga berakibat pada kenaikan harganya di pasar dunia.
"Mulai Juli lalu, stok rafinasi susah didapat dan harganya mahal. Akhirnya kita memilih untuk mencampur gula rafinasi dengan gula dalam negeri yang kejernihan dan kadar airnya memenuhi syarat," kata Halim tanpa merinci berapa penyerapan gula dalam negeri dan gula rafinasi untuk industrinya.
Harga gula pokok produksi (HPP) gula kristal putih di tingkat petani tebu pada pertengahan Juli naik dari Rp 6.500 per kilogram (kg) menjadi Rp 7.000 per kg. Pada bulan Agustus, HPP gula tersebut naik lagi menjadi Rp 8.500 Rp 8.600 per kg.
Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Abdul Wachid, menyebutkan, kenaikan harga gula pasir itu disebabkan meningkatnya tingkat penyerapan gula dalam negeri dari biasanya 250.000 ton per bulan menja di 390.000 ton pada bulan Juli.
"Biasanya, konsumen gula lokal hanya dari kalangan rumah tangga. Namun, sejak pertengahan Juli lalu pihak industri makanan dan minuman juga ikut menyerapnya, padahal biasanya mereka hanya menggunakan gula rafinasi," kata Wachid.
Kondisi tersebut masih terus berlangsung. Hingga pertengahan Agustus atau terhitung dalam dua pekan saja, Wachid menyebutkan, penyerapan gula dalam negeri bahkan telah mencapai 260.000 ton. "Dengan melihat kondisi itu, tingkat penyerapan gula selama Agustus bisa sampai 500.000 ton per bulan," ucap Wachid memprediksi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang