Presiden Kolombia Terserang Flu Babi

Kompas.com - 31/08/2009, 11:09 WIB

BOGOTA, KOMPAS.com — Presiden Kolombia Alvaro Uribe terinfeksi virus flu A-H1N1 setelah pulang dari Argentina untuk menghadiri pertemuan puncak negara-negara Amerika Selatan.

Menteri Perlindungan Sosial Kolombia Diego Palacio memberikan konfirmasi tentang hal itu, Minggu. Uribe terserang gejala flu A-H1N1, Jumat, setelah pulang dari Argentina. Ia telah menjalani pemeriksaan medis dan kini berada dalam perawatan.

Uribe merupakan tokoh konservatif yang menjadi sekutu penting Washington di Amerika Selatan. Ia menghadiri pertemuan puncak dengan pemimpin lain dari Amerika Latin di Argentina. Pertemuan itu sendiri menghasilkan seruan yang mengecam rencana penyewaan pangkalan Kolombia oleh Amerika Serikat.

Juru bicara pemerintah, Cesar Velasquez, mengemukakan, Uribe mulai menderita demam, sakit kepala, dan sakit punggung setelah pertemuan tersebut. Para pemimpin yang bertemu dengan Uribe (57) pada pertemuan puncak itu telah diberitahu mengenai infeksi yang dialami Uribe.

"Presiden terserang gejala penyakit ini, kemajuannya positif saat ini," kata Palacio. Ia menyatakan, Uribe terus melaksanakan tugas normalnya sebagai Presiden kendati menjalani perawatan medis dan dikarantinakan secara sukarela. "Ia (Presiden) bekerja melalui telepon dan internet," kata Velasquez.

Palacio menambahkan, "Kami, pejabat pemerintah, mengadakan kontak dengan Presiden. Saya tiga menit lalu menerima keterangan paling akhir mengenai kondisinya, dan kami diberitahu bahwa ia sepenuhnya baik-baik saja saat ini."

Sejauh ini, telah terdapat 621 kasus flu A-H1N1 yang dikonfirmasi di Kolombia.

Presiden Kosta Rika, Oscar Arias, adalah kepala pemerintah pertama yang diketahui telah terserang flu babi. Ia pulih awal Agustus dari gejala ringan virus itu dan kembali menjalani tugas rutinnya setelah bekerja dari rumah selama sekitar satu pekan sewaktu menjalani perawatan.

Virus flu babi A-H1N1 telah menyebar luas setelah pertama kali muncul di Meksiko dan Amerika Serikat pada April. Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan wabah flu A-H1N1 pada Juni dan memperingatkan rangkaian baru virus tersebut dapat menyerang ratusan juta orang di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau