Polisi Tidak Boleh Cuti Selama Lebaran

Kompas.com - 31/08/2009, 14:12 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Kapolwiltabes Bandung Kombes Imam Budi Supeno menyatakan tidak ada cuti bagi personel Polri selama pengamanan Idul Fitri 1430 H. "Tak ada cuti bagi anggota Polri pada saat H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1430 H, semua personel harus siaga di posko masing-masing," katanya di sela-sela pengamanan pelantikan anggota DPRD Jawa Barat periode 2009-2014 di Gedung Merdeka Bandung, Senin (31/8).
    
Polwitabes Bandung akan mengerahkan sekitar dua pertiga kekuatan atau sekitar 2.700 personelnya untuk pengamanan Lebaran 2009.
    
Anggota Polri itu, katanya, akan disebar di beberapa titik rawan kriminalitas, keramaian serta titik-titik lainnya yang memerlukan penambahan kekuatan personel, termasuk dalam pengamanan kompleks perumahan yang ditinggal mudik penghuninya. "Tidak ada kecuali, tidak ada izin cuti bagi anggota saat pengamanan berlangsung, kecuali dengan alasan dan kondisi tertentu," katanya.
    
Penegasan Protap pengamanan Lebaran 2009 itu dilakukan tanpa pandang bulu, baik perwira maupun bintara. Menurut Kapolwiltabes, petugas wajib menempati posko masing-masing sesuai dengan jadwal tugas yang sudah diatur oleh kesatuannya. "Itu konsekuensi yang harus ditanggung bertugas di Bandung," katanya.
    
Lebih lanjut, Kapolwitabes menyebutkan beberapa titik yang akan menjadi fokus operasi pengamanan pada Lebaran 2009, antara lain, jalur mudik, obyek vital, tempat pelaksanaan shalat Ied, pusat perbelanjaan, obyek wisata, dan perumahan yang banyak ditinggal mudik penghuninya.
    
"Pengamanan pusat perbelanjaan itu dilakukan baik yang tradisional maupun modern, diperkirakan tahun ini jumlah pengunjungnya meningkat, terutama di factory outlet," kata Imam.
    
Kapolwiltbes menyebutkan, pihaknya akan meningkatkan frekuensi patroli mobile di jalan raya ataupun patroli ke perumahan yang banyak ditinggal mudik penghuninya. Ia mengimbau kepada RT dan RW di Kota Bandung agar meningkatkan kesiagaan siskamling, baik malam maupun siang hari, pada musim mudik Lebaran 2009 mendatang dengan memaksimalkan peranan linmas dan ronda malam.
    
"Bagi pemudik dianjurkan untuk melapor ke RT/RW agar rumahnya mendapat pengawasan. Matikan lampu dan peralatan yang menggunakan listrik, nyalakan lampu seperlunya saja," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau