BANDUNG, KOMPAS.com — Kapolwiltabes Bandung Kombes Imam Budi Supeno menyatakan tidak ada cuti bagi personel Polri selama pengamanan Idul Fitri 1430 H. "Tak ada cuti bagi anggota Polri pada saat H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1430 H, semua personel harus siaga di posko masing-masing," katanya di sela-sela pengamanan pelantikan anggota DPRD Jawa Barat periode 2009-2014 di Gedung Merdeka Bandung, Senin (31/8).
Polwitabes Bandung akan mengerahkan sekitar dua pertiga kekuatan atau sekitar 2.700 personelnya untuk pengamanan Lebaran 2009.
Anggota Polri itu, katanya, akan disebar di beberapa titik rawan kriminalitas, keramaian serta titik-titik lainnya yang memerlukan penambahan kekuatan personel, termasuk dalam pengamanan kompleks perumahan yang ditinggal mudik penghuninya. "Tidak ada kecuali, tidak ada izin cuti bagi anggota saat pengamanan berlangsung, kecuali dengan alasan dan kondisi tertentu," katanya.
Penegasan Protap pengamanan Lebaran 2009 itu dilakukan tanpa pandang bulu, baik perwira maupun bintara. Menurut Kapolwiltabes, petugas wajib menempati posko masing-masing sesuai dengan jadwal tugas yang sudah diatur oleh kesatuannya. "Itu konsekuensi yang harus ditanggung bertugas di Bandung," katanya.
Lebih lanjut, Kapolwitabes menyebutkan beberapa titik yang akan menjadi fokus operasi pengamanan pada Lebaran 2009, antara lain, jalur mudik, obyek vital, tempat pelaksanaan shalat Ied, pusat perbelanjaan, obyek wisata, dan perumahan yang banyak ditinggal mudik penghuninya.
"Pengamanan pusat perbelanjaan itu dilakukan baik yang tradisional maupun modern, diperkirakan tahun ini jumlah pengunjungnya meningkat, terutama di factory outlet," kata Imam.
Kapolwiltbes menyebutkan, pihaknya akan meningkatkan frekuensi patroli mobile di jalan raya ataupun patroli ke perumahan yang banyak ditinggal mudik penghuninya. Ia mengimbau kepada RT dan RW di Kota Bandung agar meningkatkan kesiagaan siskamling, baik malam maupun siang hari, pada musim mudik Lebaran 2009 mendatang dengan memaksimalkan peranan linmas dan ronda malam.
"Bagi pemudik dianjurkan untuk melapor ke RT/RW agar rumahnya mendapat pengawasan. Matikan lampu dan peralatan yang menggunakan listrik, nyalakan lampu seperlunya saja," katanya.