Aduh... Kartu Jamkesmas Juga "Dimakan" Calo

Kompas.com - 31/08/2009, 14:46 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Praktik percaloan memang sudah menjadi penyakit kronis yang menjamur di Tanah Air. Tidak hanya tiket angkutan atau konser yang diburu calo, kini kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) pun menjadi lahan basah bagi para calo.

Direktur RSU Tangerang dr Mamahit mengatakan, di rumah sakit yang dipimpinnya, praktik percaloan Jamkesmas sudah terjadi sejak tahun 2005. Namun, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan apa pun. "Kita sudah lapor ke polisi. Tapi menurut polisi, itu bukan tindakan kriminal. Karena ada persetujuan dan transaksi di dalamnya," kata dia saat ditemui di Kantor Bupati Tangerang, Senin (31/8).

Ia mengatakan, modus yang digunakan para calo kartu Jamkesmas adalah membantu pasien miskin untuk mendapat pengobatan gratis. Calo tersebut meminta data pasien dan mendaftarkan pasien dalam Jamkesmas. Pasien pun mendapatkan pengobatan gratis, yang seolah-olah usaha dari calo. Padahal, pengobatan gratis itu dari Jamkesmas. "Setelah itu, calo meminta imbalan dari pasien. Besarnya berbeda, rata-rata 10 persen dari biaya pengobatan," jelas dia.

Mamahit mengatakan, calo kartu Jamkesmas berpenampilan rapi sehingga banyak pasien yang tidak menyadari kalau mereka telah ditipu. Calo-calo tersebut juga berasal dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar RSU Tangerang. "Kami telah memberhentikan beberapa petugas yang terlibat dalam praktik tersebut. Kalau calo yang berasal dari luar, kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya difoto untuk dikenali dan memberi peringatan kepada pasien," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau