TANGERANG, KOMPAS.com — Praktik percaloan memang sudah menjadi penyakit kronis yang menjamur di Tanah Air. Tidak hanya tiket angkutan atau konser yang diburu calo, kini kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) pun menjadi lahan basah bagi para calo.
Direktur RSU Tangerang dr Mamahit mengatakan, di rumah sakit yang dipimpinnya, praktik percaloan Jamkesmas sudah terjadi sejak tahun 2005. Namun, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan apa pun. "Kita sudah lapor ke polisi. Tapi menurut polisi, itu bukan tindakan kriminal. Karena ada persetujuan dan transaksi di dalamnya," kata dia saat ditemui di Kantor Bupati Tangerang, Senin (31/8).
Ia mengatakan, modus yang digunakan para calo kartu Jamkesmas adalah membantu pasien miskin untuk mendapat pengobatan gratis. Calo tersebut meminta data pasien dan mendaftarkan pasien dalam Jamkesmas. Pasien pun mendapatkan pengobatan gratis, yang seolah-olah usaha dari calo. Padahal, pengobatan gratis itu dari Jamkesmas. "Setelah itu, calo meminta imbalan dari pasien. Besarnya berbeda, rata-rata 10 persen dari biaya pengobatan," jelas dia.
Mamahit mengatakan, calo kartu Jamkesmas berpenampilan rapi sehingga banyak pasien yang tidak menyadari kalau mereka telah ditipu. Calo-calo tersebut juga berasal dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar RSU Tangerang. "Kami telah memberhentikan beberapa petugas yang terlibat dalam praktik tersebut. Kalau calo yang berasal dari luar, kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya difoto untuk dikenali dan memberi peringatan kepada pasien," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang