BNP2TKI Bangun Klinik Pendampingan Psikologi TKI

Kompas.com - 31/08/2009, 20:52 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat, Senin (31/8) sore, meresmikan Klinik Pendampingan Psikologi TKI di Gedung Pendataan Kepulangan TKI Terminal IV area Bandara Soekarno-Hatta, Selapajang, Tangerang, Banten.

Klinik tersebut didirikan sebagai posko pelayanan terhadap para TKI yang sering kali mengalami tekanan psikologis, baik sebelum keberangkatan, maupun ketika kepulangan ke Tanah Air. "Posko ini menangani TKI yang secara psikologis belum siap ke luar negeri. Ini supaya mereka tidak mengalami shock culture," kata Jumhur Hidayat kepada para wartawan.

Demikian juga ketika kepulangan, menurut Jumhur, para pahlawan devisa tersebut juga sering kali mengalami tekanan psikologis setelah lama tidak bertemu dengan sanak keluarganya. Terlebih lagi, sering kali mereka juga mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakkan selama bekerja di luar negeri. "Klinik ini penting untuk memulihkan kondisi psikologis mereka sebelum kembali bersosialisasi dengan keluarganya," ujarnya.

Jumhur mengatakan, klinik tersebut akan ditangani oleh para psikolog profesional yang sudah berpengalaman menangani permasalahan yang biasa dialami oleh para TKI. Agar penanganannya bisa maksimal dirasakan oleh semua TKI, pelayanan di klinik tersebut juga akan dilakukan selama 24 jam.

Mengenai biaya operasional klinik tersebut, menurut Jumhur, sumber dana disiapkan dari anggaran BNP2TKI. "Dana ini sudah dialokasikan sejak lama dari anggaran bagi pelayanan TKI," ujarnya.

Rimah (32), salah seorang TKI, menyambut baik adanya klinik tersebut. Meski mengaku belum begitu mengerti prosedur untuk mendapatkan pelayanan tersebut, ia mengaku cukup senang dengan adanya fasilitas baru tersebut. "Mudah-mudahan ada manfaatnya untuk kesehatan TKI," ujarnya polos.

Dalam peresmian tersebut, juga dilakukan serah terima jabatan kepala Sentra Pelayanan Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (SPK-TKI), dari AKBP Rohma, ke AKBP Choirul Anwar. Kepada wartawan, Choirul mengatakan siap memberikan pelayanan yang maksimal dalam pemulangan TKI ke Indonesia. "Pelayanan dan fasilitas akan terus ditingkatkan demi kesejahteraan TKI," kata Choirul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau