DPRD DIY 2009-2014 Harus Lebih Progresif

Kompas.com - 31/08/2009, 21:42 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DI Yogyakarta periode 2009-2014 yang baru saja dilantik memiliki tugas melanjutkan pekerjaan rumah mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan DIY sampai tuntas. Mereka diminta bekerja secara lebih progresif.

"Permasalahan mendasar adalah mengenai UU Keistimewaan. Dalam masa mendatang DPRD DIY 2009-2014 harus bisa lebih progresif lagi dalam kinerjanya sehingga proses legislasi pembahasan RUUK DIY dapat diselesaikan secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya," ujar Djuwarto Ketua DPRD DIY 2004-2009 saat memimpin Rapat Paripurna Istimewa Pengucapan Sumpah dan Janji Anggota DPRD DIY periode 2009-2014, Senin (31/8) di gedung DPRD DIY, Yogyakarta.

Ia mengatakan, peran DPRD DIY mengawal pembahasan RUUK DIY sesuai aspirasi warga DIY harus lebih diotimalkan. Bukan sebaliknya, hanya bertumpu pada good will dan political will pemerintah pusat dan DPR. Apalagi pembahasan RUUK DIY saat ini memasuki masa paling krusial mendekati akhir ma sa tugas keanggotaan DPR periode 2004-2009.

Hal senada diungkapkan Ketua Sementara DPRD DIY Nuryadi. Diakuinya perjuangan berat ada didepan mata untuk mengawal pembahasan RUUK DIY sesuai aspirasi masyarakat. DPRD DIY baru, ujarnya, harus mampu mengoptimalkan fungsi keterwakilan untuk memperjuangkan setiap aspirasi warga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau