Presiden Minta Pengadaan Alutsista Tak "Masuk Angin"

Kompas.com - 01/09/2009, 03:30 WIB

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta penambahan anggaran pertahanan pada 2010, khususnya yang akan dialokasikan untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan, dibelanjakan dengan bisa dipertanggungjawabkan. Birokrasi pengadaan alutsista mesti dipastikan tidak lagi ”masuk angin” karena mengakomodasi kepentingan pihak-pihak tertentu.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menjelaskan arahan Presiden tersebut seusai menghadap Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Senin (31/8). Anggaran pertahanan pada 2010 meningkat menjadi Rp 40,6 triliun dari sebelumnya Rp 33,6 triliun pada 2009. Peningkatan anggaran terutama dialokasikan untuk pengadaan alutsista TNI.

Simpul-simpul pengadaan alutsista antara lain berada pada jajaran birokrasi di Departemen Pertahanan, Departemen Keuangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

”Beliau pesan supaya masing-masing simpul tidak terlalu banyak ’kemasukan angin’ oleh kepentingan-kepentingan yang tidak bertanggung jawab. Maksudnya supaya jangan banyak kebocoran melalui rekanan-rekanan. Jangan sampai didikte oleh rekanan,” ujar Juwono.

Iming-iming

Panjangnya jalur birokrasi yang kerap melibatkan iming- iming dari rekanan membuat proses pengadaan alutsista pada waktu-waktu yang lalu berjalan amat lambat. Pengadaan bahkan bisa memakan waktu lebih dari 18 bulan atau melampaui satu tahun anggaran.

Juwono menjelaskan, pengawasan internal pada masing-masing departemen saat ini dipertajam untuk mencegah pola-pola ”masuk angin” tersebut. Keahlian pengawasan teknis dalam pengadaan juga dituntut meningkat karena pengadaan senjata tidak bisa dilakukan melalui pesanan elektronik.

”Alutsista tidak bisa dipesan lewat internet, harus dilakukan kunjungan dan pengadaan secara langsung ke tempat tujuan,” kata Juwono.

Terkait dengan penertiban bisnis TNI yang selama ini turut menyumbang anggaran pertahanan, Juwono mengatakan, sebagai konsekuensinya, sistem anggaran secara nasional perlu dibuat lebih berimbang. (DAY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau