Razia, Polisi Akan Rendam Ribuan Petasan

Kompas.com - 01/09/2009, 12:43 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Aparat Polsek Parung, Bogor, kembali merazia pedagang eceran petasan. Kali ini razia dilakukan di Pasar Parung dan mereka menyita sekitar 20.000 buah petasan yang ditinggal kabur pemiliki atau pedagangnya.

"Paling tidak selama bulan puasa ini, sudah enam kali kami melakukan operasi pemberantasan petasan. Sedikitnya, petasan yang kami sita sekitar 50.000 sampai 60.000 buah, termasuk yang kali ini kami sita. Petasan kami bawa ke kantor untuk dimatikan dengan direndam air. Setelah berita acaranya lengkap disaksikan banyak pihak, petasan akan dikubur di dalam tanah," kata Kepala Polsek Parung Ajun Komisaris Nursirwan, Selasa (1/9) siang.

Menurut Nursirwan, pihaknya bersama aparat Muspika Parung sudah berkali-kali melarang produksi dan perdagangan petasan atau benda peledak lainnya. Imbauan dan peringatan disampaikan ke masyarakat dalam acara-acara pertemuan warga atau sosial, seperti Jumatan, maulid, dan rapat-rapat ketua RT/RW atau kelurahan.

"Para pedagang enggak kapok-kapok, tetap ada saja yang jual petasan. Jualnya kucing-kucingan dengan kami. Jadi, kami harus rajin kontrol pasar. Di Kemang ada beberapa pasar; Pasar Parung, Pasar Penampungan, Pasar Raya. Kami juga harus ngawasi Pasar Ciseeng," katanya.

Operasi juga dilakukan di kampung atau desa yang disinyalir menjadi sentra pembuatan petasan. Dalam operasi di Desa Cidokom beberapa waktu lalu, ungkap Nursirwan, anggotanya menyita ribuan petasan yang ditinggal pemilik atau pembuatannya ketika tahu polisi datang ke desa tersebut. Polisi menemukan petasan dan bahan baku petasan di rumah kosong, halaman rumah, dan kebun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau