JAKARTA, KOMPAS.com--Puluhan penyair, musisi dan seniman Semarang, Selasa malam pukul 20.15 ini akan menggelar “Malam Puisi Tolak Malaysia” di halaman Taman Budaya Raden Saleh Semarang. Mereka akan membacakan puisi, berorasi budaya dan menyanyikan lagu-lagu cinta tanah air, dan menolak berbagai sikap tidak simpati Malaysia terhadap Indonesia.
“Penyair-penyair penting seperti Timur Sinar Suprabana, Handry TM, Triyanto Trwikromo, Beno Siang Pamungkas, Soekamto Gullit, Kurniawan Yulianto dan banyak lagi akan tampil,” kata Marco Marnadi, Ketua Dewan Kesenian Semarang kepada Wawasan.
Sikap pelanggaran etika kepemilikan berbagai produk budaya dan pelanggaran territorial seperti sengketa Sipadan dan Ligitan serta Ambalat, menjadikan harga diri bangsa dlecehkan. “Kalau perlu kita putuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia, karena sikap mereka sudah bukan seperti saudara. Kami bukan saudata Malaysia,” kata Marco Marnadi lagi, sebagai bukti sikap Dewan Kesenian terhadap keadaan yang selama ini terjadi.
Terbuka
Acara “Malam Puisi Tolak Malaysia” terbuka untuk siapa saja. Artinya, siapa pun yang memiliki karya bisa ditampilkan di acara ini. “Kalau bisa, setelah ini kita ke DPRD, kemukakan aspirasi ketidaksetujuan kita terhadap Malaysia melalui lembaga negara yang resmi,” kata Marco Marnadi lagi.
Acara tidak dipungut biaya, dan akan berlangsung setelah Salat Tarawih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang