"Malam Puisi Tolak Malaysia" di Semarang

Kompas.com - 01/09/2009, 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Puluhan penyair, musisi dan seniman Semarang, Selasa malam pukul 20.15 ini akan menggelar “Malam Puisi Tolak Malaysia” di halaman Taman Budaya Raden Saleh Semarang. Mereka akan membacakan puisi, berorasi budaya dan menyanyikan lagu-lagu cinta tanah air, dan menolak berbagai sikap tidak simpati Malaysia terhadap Indonesia.

“Penyair-penyair penting seperti Timur Sinar Suprabana, Handry TM, Triyanto Trwikromo, Beno Siang Pamungkas, Soekamto Gullit, Kurniawan Yulianto dan banyak lagi akan tampil,” kata Marco Marnadi, Ketua Dewan Kesenian Semarang kepada Wawasan.

Sikap pelanggaran etika kepemilikan berbagai produk budaya dan pelanggaran territorial seperti sengketa Sipadan dan Ligitan serta Ambalat, menjadikan harga diri bangsa dlecehkan. “Kalau perlu kita putuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia, karena sikap mereka sudah bukan seperti saudara. Kami bukan saudata Malaysia,” kata Marco Marnadi lagi, sebagai bukti sikap Dewan Kesenian terhadap keadaan yang selama ini terjadi.

Terbuka
Acara “Malam Puisi Tolak Malaysia” terbuka untuk siapa saja. Artinya, siapa pun yang memiliki karya bisa ditampilkan di acara ini. “Kalau bisa, setelah ini kita ke DPRD, kemukakan aspirasi ketidaksetujuan kita terhadap Malaysia melalui lembaga negara yang resmi,” kata Marco Marnadi lagi.
Acara tidak dipungut biaya, dan akan berlangsung setelah Salat Tarawih.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau