Abu Jibril: Anak Saya Ditangkap karena Masalah Imigrasi

Kompas.com - 01/09/2009, 17:36 WIB

DEPOK, KOMPAS.com- Dalam pertemuan antara Mohammad Jibril dan keluarganya, tim kuasa hukum dan pihak Detasemen Khusus 88 tidak membahas status Mohammad Jibril sebagai tersangka karena diduga sebagai penyandang dana dalam peledakan hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

Jibril ditangkap dengan tuduhan keimigrasian. "Saya sudah bertemu dengan anak saya, segala tuduhan mengenai penyandang dana dan Al-qaedah itu nihil. Dalam surat penangkapan hanya karena masalah imigrasi" ujar Abu Jibril, ayah Mohammad Jibril, usai menemui anaknya di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua Depok, Senin (1/9).

Ia menuturkan, putra sulungnya ditangkap karena mempunyai dua Paspor. Paspor tersebut digunakan saat umrah tahun 2008 lalu. "Passpor Jibril hilang sewaktu mau umrah, mungkin dia mau cepat-cepat pergi umrah. Kalau menunggu, agak lama," kata dia.

Selain paspor, Jibril ditangkap karena bertemu dengan seseorang yang diduga terlibat terorisme, namun tidak melaporkan pertemuan tersebut kepada pihak kepolisian. "Hal tersebut tidak dapat dihindari, bertemu orang kan tidak harus lapor," ucapnya.

Meski merasa lega karena anaknya tidak terlibat kasus terorisme, Abu Jibril tetap merasa sedih, pasalnya putra sulungnya tetap ditahan selama 4 bulan kedepan. Dalam waktu itu akan dilihat apakah perkara Jibril dapat diajukan kepengadilan atau tidak.

Hasil pertemuan tersebut berbeda dengan keterangan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna. Sebelumnya Nanan mengatakan, Mohammad Jibril resmi menjadi tersangka karena diduga sebagai penyandang dana bom Marriott dan Ritz Carlton.

Selain itu, menurut Nanan, alasan penangkapan Jibril juga terkait identitas palsu. Saat hal tersebut dikonfirmasi, Nanan mengatakan peranan Jibril sesuai dengan keterangan Densus. "Silahkan digunakan keterangan Densus," kata Nanan dalam pesan singkatnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau