Pembahasan RUU Keistimewaan DIY Masih Gelap

Kompas.com - 01/09/2009, 20:15 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X mengakui sampai kini belum ada titik terang penyelesaian pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan DIY. Pihaknya berharap pemerintah dan DPR segera mencapai kesepakatan sehingga RUUK DIY bisa segera ditetapkan menjadi UU. Ini mengingat masa kerja DPR akan segera berakhir 30 September.

"Saya belum bisa melihat titik terang selama kondisi belum tercapai kesepakatan," kata Sultan, Selasa (1/9) di Kepatihan, Yogyakarta. Upaya lobi sejauh ini belum juga menghasilkan kesepakatan sehingga belum menghasilkan rumusan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, deadlock dimungkinkan terjadi bila tidak ada upaya mencari alternatif-alternatif solusi.

Sultan mengatakan, pembahasan RUUK DIY antara Panitia Kerja (Panja) DPR dengan pemerintah pusat di agendakan kembali pada Sabtu (5/9), bertepatan dengan ulang tahun Maklumat 5 September Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII tentang bergabungnya Yogyakarta ke NKRI.

Ia berharap, DPR dan pemerintah pusat pada pertemuan itu akan dapat menghasilkan kesepakatan yang selanjutnya diplenokan pada 17 September. Dengan begitu, RUUK DIY diharapkan bisa ditetapkan menjadi UUK pada 29 September.

Jika tidak, ujarnya, maka bisa dipastikan pembahasan RUUK DIY bakal deadlock. Ini berarti pembahasan RUUK akan dilanjutkan DPR periode 2009-2014. "Harapan saya kalau bisa kesepakatannya itu diselesaikanlah. Intensifnya seberapa jauh, ya itu antara pemerintah sama DPR," katanya.

Ketua Forum Persaudaran Umat Beriman Yogyakarta yang juga Tim Ahli Gerakan Semesta Rakyat Jogja KH Abdul Muhaimin mengingatkan, jika pemerintah tetap bersikukuh memasukkan pasal pemilihan Gubernur/Wakil DIY secara langsung akan memunculkan biaya sosial yang besar. Ia mengakui, saat ini elemen-elemen pendukung setia penetapan gubernur semakin resah dengan sikap pemerintah pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau