YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Inflasi bulan Agustus di Kota Yogyakarta mencapai 0,77 persen, atau meningkat dari inflasi bulan Juli yang 0,32 persen. Kenaikan tarif air minum serta harga bahan makanan terutama bawang putih dan gula pasir menjadi penyumbang inflasi tertinggi.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bagus Rahmat Susanto mengatakan, pada bulan Agustus yang sudah mendekati Lebaran, memang banyak terjadi perubahan harga. Harga kelompok bahan makanan, misalnya, naik sebesar 1,01 persen dibanding bulan sebelumnya.
"Komoditas air minum PAM, bawang putih dan gula pasir memberi andil tertinggi terhadap inflasi, yakni masing-masing 0,09 persen, 0,08 persen dan 0,07 persen," jelasnya, Selasa (1/9) dalam penyampaian Berita Resmi Statistik di Kantor BPS DIY.
Menurut dia, inflasi bulan Agustus di Kota Yogyakarta ini lebih tinggi dari inflasi nasional yang mencapai 0, 56 persen. Infla si Agustus ini juga lebih tinggi dibanding inflasi Agustus di tahun 2008 yang mencapai 0,67 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang