Dua Penderita H1N1 di DIY Meninggal

Kompas.com - 02/09/2009, 13:16 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Sardjito Yogyakarta membenarkan bahwa salah satu orang yang positif terinfeksi virus H1N1 atau flu babi, dan meninggal sekitar tiga pekan lalu, sempat masuk ke Instalasi Rawat Darurat atau IRD. Pasien itu berinisial I, perempuan berumur 27 tahun.

Hingga kini berarti telah ada dua pasien positif H1N1 di DIY yang meninggal, satu lagi warga Gunung Kidul berinisial H (53) yang menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan dari Bali menuju DIY.

Namun, I yang tengah hamil dan beralamat di Turi, Sleman, itu belum masuk ke ruang isolasi Kartika. "Ia meninggal ketika baru saja masuk ke IRD," ujar Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Trisno Heru Nugroho, Rabu (2/9).

Menurut Heru, saat datang kondisi pasien sangat buruk. Ia menderita batuk, pilek, dan demam. Karena informasi dari pihak keluarga menyatakan yang bersangkutan menderita gelaja-gejala flu, maka pihak rumah sakit tetap mengambil swap cairan hidung dan tenggorokan. Penelitian laboratoriun dan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan (Balitbangkes), menyatakan yang bersangkutan positif H1N1.

"Begitu pula untuk penderita asal Gunung Kidul, kami mengirimkan petugas ke sana untuk memeriksa jenazah. Hasilnya (termasuk penelitian oleh Balitbangkes) juga positif," kata Heru.

Sementara itu, AMM pasien asal Kediri, Jawa Timur, yang sebelumnya diduga terinfeksi H5N1 atau flu burung, menurut Heru juga meninggal pertengahan Agustus lalu. Ia sempat menjalani perawatan selama 10 hari di RSUP Dr Sarjito.

"Ia ternyata bukan flu burung, hari pertama masuk memang gejalanya khas sehingga terduga flu burung. Setelah pemeriksan ternyata hasilnya negatif. Tim dokter yang curiga dengan banyak sayatan di tangan pasien kemudian berusaha melacak penyakit penyerta, dan ternyata penyakit penyerta yang sangat infeksius inilah yang membuatnya meninggal," katanya.

Dengan demikian, hingga hari ini sudah ada 41 pasien terduga H1N1 yang menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya positif. Ke-41 pasien itu sendiri kini sudah pulang dalam kondisi sehat.

Pihak RSUP Dr Sardjito saat ini masih merawat empat pasien, dua diantaranya positif H1N1 masing-masing F (19) dan N (20) keduanya warga Sorosutan, Yogyakarta, yang baru saja berkunjung ke salah satu pesantren di Probolinggo, Jawa Timur. Pasien lainnya yang masih menunggu hasil adalah A (20) yang merupakan rekan dari F dan N, serta A (53) warga Banguntapan, Bantul, yang baru saja pulang dari Malaysia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau