JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, kabinet yang akan dibentuk Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono akan merepresentasikan partai politik pendukung dan elemen lainnya, seperti unsur gender, keagamaan, dan kesukuan. Sutan mengatakan, tak ada yang gratis. Artinya, partai yang sudah memberikan dukungan pasti akan mendapat "balasan".
"Kawan-kawan (partai) pasti dikasih porsi. Asal, dipilih enggak dipilih, jangan ribut! Sudahlah, tidak ada yang gratis. Tenang saja," kata Sutan pada diskusi "Pola Perekrutan Menteri SBY, antara Profesionalitas dan Balas Budi" di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (2/9).
Memberikan peluang bagi partai di luar koalisi, PDI Perjuangan dan Golkar, menurut Sutan, merupakan bagian dari silaturahim politik, tanpa meninggalkan partai koalisi. "Kalaupun (PDI Perjuangan dan Golkar) masuk ke kabinet, kan mereka nanti bantu di parlemen. Jadi, memang enggak ada yang gratis!" ujarnya.
Ia menjamin, meskipun berkomunikasi dengan partai yang "tak berkeringat" pada saat pemilu presiden, koalisi akan tetap berjalan baik. Dengan waktu panjang yang dimiliki, SBY diyakininya akan membentuk kabinet yang bisa mengakomodasikan semua pihak. "Sekarang, karena beliau tidak ikut putaran kedua, ada waktu luang untuk susun kabinet," kata anggota Komisi VII ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang