Luka Parah, Dua Korban Gempa Dirawat di RSU Garut

Kompas.com - 02/09/2009, 16:29 WIB

GARUT, KOMPAS.com — Kepala RSU dr Slamet Garut dr Widjayanti Utoyo, SPM, mengemukakan, untuk sementara terdapat dua korban guncangan gempa bumi yang masih dirawat di ruang unit gawat darurat (UGD) setempat, Rabu (2/9).
     
Keduanya mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Saat gempa berlangsung, perempuan dan laki-laki dewasa ini sedang berbelanja di Toserba Yogya Garut.
     
"Namun, (mereka) masih belum bisa dimintai keterangan tentang penyebab luka tersebut karena mereka masih mengalami depresi berat," ungkap Widjayanti Utoyo.
     
Dengan demikian, seluruh jajaran medis dan tenaga medis terus melakukan kesiap-siagaan untuk segera menanggulangi jika terdapat korban gempa lainnya. Gempa yang terjadi berkekuatan 7,3 pada skala Richter sebagaimana diungkapkan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Bandung Ismanto di Garut.
     
Sementara itu, petugas Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) Tarogong Garut, Herman, menyatakan bahwa pihaknya tengah merawat korban gempa dengan kondisi luka di bagian kepala.
     
Korban adalah Ny Ia (25), warga kampung Bojong Larang. Ia tertimpa genteng rumah. Selain itu, seorang anak atas nama Elena (7), warga kampung Pasir Muncang, Desa Jati, juga mengalami luka pada bagian kepala akibat tertimpa genting rumah yang roboh.
     
"Luka kedua korban tersebut sangat parah. Bahkan, kini kondisinya cukup kritis, yang kemungkinan akan segera dirujuk ke RSU kabupaten," katanya.
     
Sebelumnya, warga Kota Garut dan sekitarnya berhamburan keluar rumah dan perkantorannya masing-masing akibat diguncang gempa bumi yang berlangsung pukul 14.55 WIB sekitar 30 detik, Rabu.
    
Gempa yang berpusat 142 km, berkedalaman 30 km barat daya Tasikmalaya, itu sangat berpotensi tsunami. Hal itu diungkapkan Iswanto.
    
Peristiwa tersebut, selain sangat menggemparkan warga Garut, juga antara lain menyebabkan genting atap Gedung DPRD setempat berhamburan, tembok beberapa rumah di kecamatan Bayongbong retak, dan bangunan aula Kelurahan Sukajaya di Kecamatan Tarogong Kidul nyaris roboh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau