MAGELANG, KOMPAS.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menutup Gunung Sindoro dan Sumbing dari kegiatan pendakian. Ketentuan ini berlaku sejak Rabu (2/9) hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara Lucy Mardianna mengatakan, upaya ini sengaja dilakukan karena empat kali kebakaran yang terjadi selama musim kemarau, disinyalir disebabkan ulah para pendaki yang tidak tuntas memadamkan api. "Di lokasi kebakaran yang terjadi Senin (31/8) hingga Selasa (1/9) kemarin, kami bahkan menemukan sisa-sisa obor yang masih baru di jalur pendakian," ujarnya, Rabu (2/9).
Dugaan bahwa api berasal dari para pendaki juga diperkuat oleh kondisi lokasi kebakaran yang selalu berupa lahan semak belukar dan alang-alang. Lokasi semacam ini tidak mungkin dilalui oleh warga yang melakukan aktivitas lain seperti membuat arang.
Larangan mendaki ini, menurut Lucy, ditetapkan sementara waktu, sembari menunggu perkembangan kondisi cuaca. Jika sudah mulai turun hujan, maka dua gunung ini akan kembali dibuka untuk pendakian. "Setidaknya, kegiatan pendakian akan ditutup hingga akhir bulan September ini," ujarnya.
Selain itu, Lucy mengatakan, pihaknya berupaya mengantisipasi bahaya kebakaran dengan mendirikan posko-posko di daerah perbatasan dua bagian kesatuan pemangkuan hutan (BKPH) yang menjadi daerah rawan kebakaran. Di posko ini nantinya akan ditempatkan dua personil, yang nantinya akan melakukan tugas pemantauan bahaya kebak aran secara bergantian.
"Selain itu, polisi hutan yang selama ini hanya berjaga-jaga mengawasi pencurian kayu, mulai sekarang juga akan diberi tambahan tugas mengawasi dan memantau kemungkinan terjadinya kebakaran," ujarnya.
Selama musim kemarau, periode bulan Juli hingga September ini, telah terjadi empat kali kebakaran. Pada bulan Juli, terjadi dua kali kebakaran di petak 20f Resor Pemangku Hutan (RPH) Kecepit dan petak 10b di RPH Kwadungan, keduanya termasuk wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung. RPH Kecepit berada di puncak Gunung Sumbing, dan RPH Kwadungan terletak di puncak
Pada bulan Agustus, kembali terjadi kebakaran di puncak Gunung Sumbing di petak 23b di RPH Anggrung Gondok, BKPH Wonosobo seluas 20 hektar. Kebakaran ini terjadi Sabtu (29/8) hingga Minggu (30/8).
Keesokan harinya, kebakaran kembali terjadi petak 10b RPH Kwadungan, BKPH Temanggung. Api menjalar sejak Senin (1/9) pukul 23.00 WIB, dan baru berhasil dipadamkan Selasa (2/9) pukul 11.00 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang