Kerusakan Meluas di Rancabali

Kompas.com - 02/09/2009, 18:08 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Kerusakan yang diakibatkan gempa dengan kekuatan 7,3 skala richter di Bandung selatan kian meluas. Setelah sebelumnya dilaporkan 4 orang meninggal di Pangalengan serta ratusan rumah rusak di Kertasari, kerusakan juga dilaporkan dari wilayah Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Menurut Asep Kurnia, warga Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, 3 masjid di Rancabali dilaporkan mengalami kerusakan berupa genting lepas hingga atap yang ambruk. Sementara sebuah mes karyawan PT Perkebunan juga dilaporkan rata dengan tanah akibat guncangan gempa.

Akibat gempa yang terjadi sekitar pukul 14.55, 10 bangunan sekolah dasar di Rancabali dilaporkan telah rubuh oleh pejabat dinas pendidikan setempat.

"Kabar yang diterima masih simpang siur tapi ada laporan yang mengabarkan bahwa 8 orang warga Rancabali meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan," ujar Asep yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Penggerak Pariwisata se Kabupaten Bandung ini, Rabu (2/9).

Rumah warga yang rusak tidak terlalu banyak yang dilaporkan dari kecamatan ini, hanya 4 RW yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan berupa genting berjatuhan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau