Pingsan Gara-gara Selamatkan Diri dari Gempa

Kompas.com - 02/09/2009, 18:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang karyawati di sebuah perusahaan di Sona Topaz Tower, Ira menceritakan, tak sedikit rekannya yang mengalami shock dan akhirnya pingsan, karena kelelahan menuruni anak tangga darurat saat terjadi gempa, Rabu (2/9) sore. Saat ditemui di RS Jakarta, petang ini, Ira tengah menunggui dua rekan kerjanya yang mengalami hal tersebut sehingga harus dibawa ke rumah sakit.

 

"Kan berkantornya di lantai yang lumayan tinggi, antara lantai 10 sampai 12. Waktu gempa, pada panik, berhamburan. Pas turun enggak boleh lewat lift, harus kewat tangga darurat. Mungkin capek, terus shock," kata Ira kepada Kompas.com.

 

Masih menurut dia, satu orang rekannya, Lala, yang tengah hamil 4 bulan juga tengah dalam perjalanan manuju RS Jakarta. Lala yang tengah mengandung anak pertama itu, mengalami shock berat. "Belum sampai, taksi yang ditumpangi kejebak macet," ujarnya.

 

Ira sendiri berkantor di lantai 9 gedung tersebut. Menurut dia, terjadi keretakan di sejumlah bagian gedung. Bahkan, lantai kamar mandi juga retak. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau