Pasca Gempa, Muspida Jabar Gelar Rapat Khusus

Kompas.com - 02/09/2009, 21:02 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar rapat khusus guna menentukan langkah penanganan pasca gempa bumi berkekuatan 7,3 SR yang mengguncang sebagian besar kawasan dengan menimbulkan kerusakan dan banyak korban jiwa.

"Kita terus pantau penanganan korban dan kerusakan di titik lokasi terkena dampak gempa, malam ini (Rabu,2/9) dilakukan rapat khusus Muspida," kata Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf di Bandung, Rabu malam.

Pemprov Jabar terus melakukan monitoring dan koordinasi bagi penanganan pasca gempa termasuk longsor yang terjadi Kabupaten Cianjur yang banyak melan korban jiwa dan dinyatakan hilang.

"Saya terus menerima laporan dari lapangan,  sudah banyak korban dan bangunan ruboh yang terjadi di wilayah Jawa Barat," ucap  Dede Yusup kepada wartawan.

Rakor khusus Muspida termasuk dengan Jajaran  Polda Jabar mengenai penanganan masalah dan aksi lapangan penanganan pasca  gempa.
     
Hasil Rakor diharapkan bisa langsung diimplementasikan guna penanggulangan korban dan penanganan pasca gempa.
     
Wagub Jabar juga terus memanntau kondisi Tasikmalaya serta wilayah-wilayah yang terkena bencana.
    
"Kita akan pantau ke wilayah seperti bangunan rusak dan roboh, serta wilayah yang terkena runtuhan longsor di daerah gunung," ungkapnya.
    
Sementara itu, tutur Dede, pihaknya akan selalu terus mengakses berapa korban akibat gempa ini. Serta reruntuhan bangunan yang terjadi di wilayah Jabar.
    
"Pasti kita akan selalu mengakses berapa korban yang berjatuhan. Selain itu bangunan yang roboh juga," ungkapnya.
    
Disinggung mengenai kucuran dana mengenai korban gempa bumi ini, Dede mengungkapkan, akan segera dianggarkan. Namun, untuk nominalnya belum bisa dipastikan.
    
"Oleh sebab itu kita adakan rapat koordinasi dengan Muspida dan kepolisian untuk penanganan ini," ungkapnya.
    
Sementara itu, gempa mengguncang kota Bandung dan sekitarnya Rabu  pukul 14.40 WIB dan diikuti gempa susulan hingga pukul 16.30 WIB.
    
Sejumlah orang berlarian ke luar ruangan dan guncangan dinding dan lampu gantung serta pintu-pintu bergoyang selama sekitar dua menit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau