Sleman Perketat Pengawasan Daging

Kompas.com - 02/09/2009, 21:26 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, mengintensifkan pengawasan niaga daging selama bulan puasa, terlebih menjelang lebaran nanti. Hal ini untuk mencegah beredarnya produk daging tak layak konsumsi di masyarakat.

"Kami memiliki tim Pengawas Mutu Hasil Pertanian yang mengawasi kualitas produk daging di pasar tradisional dan modern," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Suwandi Azis, ketika ditemui Rabu (2/9).

Suwandi menambahkan, tim beranggotakan enam orang itu secara khusus akan memprioritaskan pengawasan pada tujuh pasar tradisional yang memiliki nilai transaksi terbesar di Sleman. Ketujuh pasar itu adalah Pasar Godean, Sleman, Condongcatur, Sambilegi, Prambanan, Pakem, dan Tempel.

Pengawasan diintensifkan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat selama puasa dan lebaran nanti, khususnya konsumsi produk daging, seperti daging sapi dan ayam. "Jangan sampai ada pedagang nakal yang memanfaatkan kondisi ini untuk menjual daging yang tak layak konsumsi," kata Suwandi.

Beberapa jenis daging tak layak konsumsi yang biasa ditemukan adalah daging glonggongan, tiren, dan berformalin. Ada juga penjual yang sengaja mencampur daging sapi d engan daging babi yang haram bagi umat muslim.

"Namun, selama pengawasan di bulan puasa ini, kami belum menemuka n adanya kasus-kasus itu. Kami berani menjamin produk daging yang dijual di Sleman aman dikonsumsi," ucap Suwandi.

Khusus menjelang lebaran nanti, Suwandi mengatakan akan menambah pengawasan ke sentra-sentra pemotongan hewan. "Petugas akan keliling ke empat titik pemotongan hewan untuk mengawasi proses pemotongan pada malam H-1 lebaran nanti," ujar Suwandi.

Jika ada pedagang yang terbukti menjual daging-daging tak layak konsumsi, Suwandi menyatakan pihaknya akan langsung menyerahkan permasalahan itu kepada pihak kepolisian untuk diselesaikan secara hukum. "Pasalnya, hal itu sudah termasuk kategori penipuan dan dapat diajukan ke pengadilan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau