SLEMAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, mengintensifkan pengawasan niaga daging selama bulan puasa, terlebih menjelang lebaran nanti. Hal ini untuk mencegah beredarnya produk daging tak layak konsumsi di masyarakat.
"Kami memiliki tim Pengawas Mutu Hasil Pertanian yang mengawasi kualitas produk daging di pasar tradisional dan modern," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Suwandi Azis, ketika ditemui Rabu (2/9).
Suwandi menambahkan, tim beranggotakan enam orang itu secara khusus akan memprioritaskan pengawasan pada tujuh pasar tradisional yang memiliki nilai transaksi terbesar di Sleman. Ketujuh pasar itu adalah Pasar Godean, Sleman, Condongcatur, Sambilegi, Prambanan, Pakem, dan Tempel.
Pengawasan diintensifkan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat selama puasa dan lebaran nanti, khususnya konsumsi produk daging, seperti daging sapi dan ayam. "Jangan sampai ada pedagang nakal yang memanfaatkan kondisi ini untuk menjual daging yang tak layak konsumsi," kata Suwandi.
Beberapa jenis daging tak layak konsumsi yang biasa ditemukan adalah daging glonggongan, tiren, dan berformalin. Ada juga penjual yang sengaja mencampur daging sapi d engan daging babi yang haram bagi umat muslim.
"Namun, selama pengawasan di bulan puasa ini, kami belum menemuka n adanya kasus-kasus itu. Kami berani menjamin produk daging yang dijual di Sleman aman dikonsumsi," ucap Suwandi.
Khusus menjelang lebaran nanti, Suwandi mengatakan akan menambah pengawasan ke sentra-sentra pemotongan hewan. "Petugas akan keliling ke empat titik pemotongan hewan untuk mengawasi proses pemotongan pada malam H-1 lebaran nanti," ujar Suwandi.
Jika ada pedagang yang terbukti menjual daging-daging tak layak konsumsi, Suwandi menyatakan pihaknya akan langsung menyerahkan permasalahan itu kepada pihak kepolisian untuk diselesaikan secara hukum. "Pasalnya, hal itu sudah termasuk kategori penipuan dan dapat diajukan ke pengadilan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang