Pemain Persebaya Ditolak Liga Indonesia

Kompas.com - 02/09/2009, 23:46 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemain gelandang Persebaya Surabaya, Lucky Wahyu Dwi Permana, hampir dipastikan tidak bisa berlaga di kompetisi Liga Super Indonesia, setidaknya hingga pertengahan musim. Sebab, berkas pendaftarannya ditolak PT Liga Indonesia.

Informasi yang diperoleh wartawan dari markas Persebaya di Surabaya, Rabu (2/9), menyebutkan, Lucky Wahyu tidak diperbolehkan bermain di Liga Super, karena masih tercatat sebagai pemain inti Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk berlaga di SEA Games di Laos pada akhir tahun ini.

Kepastian ditolaknya Lucky Wahyu disampaikan PT Liga Indonesia kepada Persebaya, setelah klub tersebut mendaftarkan 22 pemain untuk verifikasi mengikuti Liga Super musim ini.

Sesuai aturan yang dikeluarkan Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, seluruh pemain Timnas U-23 tidak diperkenankan bermain di Liga Super maupun kompetisi Divisi Utama, hingga tugasnya berakhir.

PT Liga Indonesia dan PSSI sudah menyampaikan masalah tersebut kepada seluruh klub pada jauh hari sebelumnya, agar klub memiliki pertimbangan sebelum mengontrak pemain Timnas U-23.

Selain Lucky Wahyu, Persebaya sebenarnya masih memiliki pemain Timnas U-23, yakni Djayusman Triasdi. Namun, mantan pemain PSM Makassar itu, saat ini lebih banyak bermain bersama timnas senior.

"Djayusman masih diperbolehkan main di Liga Super, tapi Lucky Wahyu tetap tidak bisa karena dia pilar Timnas U-23. Kontrak Lucky dikembalikan kepada klub," kata Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar.

Ia menambahkan, Persebaya akan berusaha mencari pemain gelandang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Lucky Wahyu. Namun, kontrak pemain binaan klub internal Persebaya ini tidak diputus.

Sementara itu, Bendahara Persebaya, H. Ismail yang baru saja mengikuti proses verifikasi klub Liga Super di Jakarta, mengaku bersyukur Persebaya menjadi salah satu dari delapan klub yang mendapat penilaian di atas standar dari PT Liga Indonesia.

"Semua persyaratan sudah diterima dan kami tinggal menunggu penilaian dari PT Liga Indonesia," ujarnya.

Bahkan, lanjut Ismail, PT Liga Indonesia juga merekomendasikan PT Persebaya Indonesia sebagai rujukan bagi klub-klub peserta Liga Super yang belum berbadan hukum, dalam membentuk aspek legalitas klub.

Kabarnya, klub promosi PSPS Pekanbaru akan datang ke Surabaya untuk belajar dari Persebaya soal pendirian badan hukum tersebut. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau