TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim menyatakan laporan sementara yang diterimanya langsung adalah jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter (SR), Rabu, sekitar pukul 15:55 WIB mencapai sembilan orang.
"Beberapa kecamatan melaporkan ada sembilan orang yang meninggal akibat gempa," katanya di Tasikmalaya, Rabu (2/9) malam.
Diterangkannya, korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan tembok rumah warga yang roboh di lima kecamatan, yakni Sodonghilir, Cisayong dan Salawu, Cigalontang dan Cineam, akibat guncangan gempa yang terjadi cukup lama.
Sedangkan, warga yang tersebar di 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, sebagian mengalami luka berat dan ringan, serta ratusan rumah mengalami kerusakan retak-retak dan roboh, dan satu unit Puskesmas Cigalontang hancur rata dengan tanah. "Pasien yang berada di puskesmas terpaksa diungsikan ke kantor kecamatan," katanya.
Menurutnya, kerusakan yang dinilai fatal terjadi di Kecamatan Cigalontang. Sedangkan di Cineam satu pondok pesantren rusak, dan di Kecamatan Manonjaya, masjid bersejarah mengalami kerusakan yang cukup berat.
Upaya penanganan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi serta kantor kecamatan, polsek, termasuk melibatkan TNI dari koramil.
Mengenai korban yang mengungsi akibat ketakutan berada di dalam rumah, pihak pemerintah Kabupaten memfasilitasi tenda darurat yang tersebar di daerah yang banyak pengungsi.
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah memberikan bantuan sosial berupa makanan yang dibagikan kepada seluruh masyarakat yang mengungsi maupun mengalami luka-luka.
Dijelaskannya, warga yang mengalami luka-luka kini dirawat di puskesmas, dan rumah sakit terdekat dengan dibebaskan segala biaya perawatan dan pengobatan. "Semua sudah kami tangani, diharapkan warga tetap waspada dan jangan panik," katanya.
Sementara itu di Kecamatan Cikalong, yang berdekatan dengan pantai laut lepas, warga mengungsi ke kampung yang datarannya cukup tinggi untuk menghindari terjadi gempa susulan yang dikhawatirkan menyebabkan tsunami.
Camat Cikalong, Iwan Ridwan, di kantor Bupati Tasikmalaya, yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya, Rabu malam mengatakan warga yang mengungsi karena khawatir terjadi tsunami seperti yang tejradi beberapa tahun lalu. "Warga ketakutan akan terjadi tsunami lagi, sekarang mereka mengungsi ke daerah lain yang datarannya tinggi," katanya.
Warga Cikalong yang mengungsi kebanyakan orang tua dan manula, sedangkan kaum muda ditugasi bersiaga dan menjaga rumah warga dari lima desa, yakni desa Cikalong, Sindangjaya, Mandalajaya, Cimanuk, dan Kelageuneup.