TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Warga Kecamatan Cigalontang kembali ke rumah masing-masing untuk memeriksa barang-barang yang selamat dari gempa, Kamis (3/9). Setelah menata dan mengemasi barang-barang berharganya, mereka kembali ke pengungsian atau ke rumah anggota keluarganya yang selamat.
Nana dan Asti warga Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, mengatakan, tidak banyak barang-barangnya yang bisa diselamatkan. Dua per tiga bangunan rumahnya rusak parah. "Saya hanya mengambil pakaian dan perhiasan. Setelah ini mau mengungsi ke rumah mertua," kata Asti.
Tetangga Asti, Mahfudin (81), mengatakan, hampir seluruh rumahnya hancur. Hanya pakaian yang bisa diselamatkan. Kerugiannya mencapai Rp 40 juta. Meski demikian, Mahfudin tetap bisa bersyukur. Sebab, lantaran peristiwa tersebut anaknya yang tinggal di Kalimantan menghubunginya. Padahal, sudah bertahun-tahun dia tidak pernah menelepon atau mengirim surat.
Sementara itu, polisi mendirikan tiga tenda lagi. Tenda berkapasitas satu kompi tersebut diperuntukkan bagi pengungsi yang pada Rabu malam hanya bisa ditampung di selasar dan emperan Kantor Kecamatan Cigalontang.