KOTA GAZA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Pemerintah Hamas di Jalur Gaza, Ismail Haniya, Rabu (2/9), menyerukan dialog dan rujuk dengan gerakan saingannya, Fatah.
"Saya menyeru Fatah, marilah kita menutup lembaran lama dan meletakkan dasar bagi era baru Palestina mengenai kemitraan politik dan hubungan internal," kata Haniya kepada sekelompok wartawan, penggiat hak asasi manusia, dan tokoh politik di kantornya di Jalur Gaza, seperti dikutip dari Xinhua-OANA.
Haniya mengkaji situasi keamanan dan politik di wilayah itu, dan mengatakan bahwa gerakan dan pemerintahnya "akan menolak setiap penyelesaian politik masa depan yang tak membawa hak sah kepada rakyat Palestina".
Pemerintah Hamas, pimpinan Haniya, digulingkan oleh Presiden Mahmoud Abbas tepat setelah anggota Hamas menguasai Jalur Gaza dengan menggunakan kekuatan dan mengusir pasukan keamanan Abbas.
Meskipun Mesir telah menjadi penengah antara kedua kelompok yang bertikai tersebut, keduanya sejauh ini telah gagal menyelesaikan silang sengketa mereka. Di antara masalah rumit yang masih menjadi pertikaian kedua kelompok itu adalah masalah keamanan, pemerintah persatuan, pembaruan Organisasi Pembebasan Palestina, dan penyelenggaraan pemilihan anggota dewan legislatif dan presiden pada Januari 2010.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang