Pimpinan Hamas Serukan Rujuk dengan Fatah

Kompas.com - 03/09/2009, 11:09 WIB

KOTA GAZA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Pemerintah Hamas di Jalur Gaza, Ismail Haniya, Rabu (2/9), menyerukan dialog dan rujuk dengan gerakan saingannya, Fatah.

"Saya menyeru Fatah, marilah kita menutup lembaran lama dan meletakkan dasar bagi era baru Palestina mengenai kemitraan politik dan hubungan internal," kata Haniya kepada sekelompok wartawan, penggiat hak asasi manusia, dan tokoh politik di kantornya di Jalur Gaza, seperti dikutip dari Xinhua-OANA.

Haniya mengkaji situasi keamanan dan politik di wilayah itu, dan mengatakan bahwa gerakan dan pemerintahnya "akan menolak setiap penyelesaian politik masa depan yang tak membawa hak sah kepada rakyat Palestina".

Pemerintah Hamas, pimpinan Haniya, digulingkan oleh Presiden Mahmoud Abbas tepat setelah anggota Hamas menguasai Jalur Gaza dengan menggunakan kekuatan dan mengusir pasukan keamanan Abbas.

Meskipun Mesir telah menjadi penengah antara kedua kelompok yang bertikai tersebut, keduanya sejauh ini telah gagal menyelesaikan silang sengketa mereka. Di antara masalah rumit yang masih menjadi pertikaian kedua kelompok itu adalah masalah keamanan, pemerintah persatuan, pembaruan Organisasi Pembebasan Palestina, dan penyelenggaraan pemilihan anggota dewan legislatif dan presiden pada Januari 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau