JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter mengguncang perairan Tasikmalaya, Rabu (2/9) kemarin. Getaran akibat gempa itu turut dirasakan oleh warga DKI Jakarta. Warga berhamburan ke luar gedung saat terjadi gempa tersebut. Berdasarkan laporan yang diperoleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tidak ada bangunan roboh ataupun warga yang tewas karena tertimpa bangunan roboh.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan, hingga Kamis (3/9) belum ada laporan tentang bangunan rusak ataupun roboh. "Belum ada. Even belum, tapi sudah diperintahkan (untuk dilaporkan)," kata Prijanto kepada wartawan di Gedung Balaikota Jakarta, Rabu.
Demikian pula dengan korban yang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa di Jakarta. Menurut laporan Kepala Dinas Kesehatan, lanjut dia, korban yang meninggal akibat gempa kemarin bukan karena bangunan rusak atau roboh.
"Kemarin Kadis Kesehatan melaporkan, yang meninggal itu bukan karena kerobohan dan sebagainya. Tapi karena sakit jantung," jelasnya.
Sementara sejumlah orang terpaksa dirawat di rumah sakit karena terluka akibat berdesak-desakan saat menuruni tangga darurat. "Lainnya yang masuk Rumah Sakit Jakarta, MMC, bukan karena material atau bangunan roboh. Tapi karena berdesak-desakan saat turun dari tangga," kata Prijanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang