Prijanto: Tak Ada Warga Tewas karena Bangunan Roboh

Kompas.com - 03/09/2009, 12:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter mengguncang perairan Tasikmalaya, Rabu (2/9) kemarin. Getaran akibat gempa itu turut dirasakan oleh warga DKI Jakarta. Warga berhamburan ke luar gedung saat terjadi gempa tersebut. Berdasarkan laporan yang diperoleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tidak ada bangunan roboh ataupun warga yang tewas karena tertimpa bangunan roboh.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan, hingga Kamis (3/9) belum ada laporan tentang bangunan rusak ataupun roboh. "Belum ada. Even belum, tapi sudah diperintahkan (untuk dilaporkan)," kata Prijanto kepada wartawan di Gedung Balaikota Jakarta, Rabu.

Demikian pula dengan korban yang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa di Jakarta. Menurut laporan Kepala Dinas Kesehatan, lanjut dia, korban yang meninggal akibat gempa kemarin bukan karena bangunan rusak atau roboh.

"Kemarin Kadis Kesehatan melaporkan, yang meninggal itu bukan karena kerobohan dan sebagainya. Tapi karena sakit jantung," jelasnya.

Sementara sejumlah orang terpaksa dirawat di rumah sakit karena terluka akibat berdesak-desakan saat menuruni tangga darurat. "Lainnya yang masuk Rumah Sakit Jakarta, MMC, bukan karena material atau bangunan roboh. Tapi karena berdesak-desakan saat turun dari tangga," kata Prijanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau