BI Rate Dipertahankan untuk Hindari Spekulasi

Kompas.com - 03/09/2009, 14:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9),  memutuskan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI rate pada level  6,5 persen.

Demikian dikemukakan Pejabat Sementara Gubernur BI Darmin Nasution dalam rapat kerja dengan komisi XI (Komisi Keuangan) DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9).

"Keputusan kita dengan mempertimbangkan berbagai faktor kembalinya inflasi  ke pola normalnya tahun depan yang besarannya didalam RAPBN 2010 adalah 5 plus minus satu persen," kata Darmin.

Menurut Darmin keputusan mempertahankan BI rate pada level 6,5 persen juga untuk  antisipasi adanya berbagai spekulasi baik di pasar surat berharga maupun pasar  valas.

Bank Indonesia, lanjut Darmin,akan betul-betul fokus menegakkan kesepakatan  dengan bank-bank asing dan campuran untuk terus menekan tingkat bunga deposito. "Disamping itu kita juga akan ikut memperhatikan margin yang diambil bank-bank ini dan kita pelajari dengan baik dan efisien," papar Darmin.

Meski BI rate dipertahankan di level 6,5 persen namun tak perlu khawatir karena  BI akan senantiasa mengupayakan agar bank bisa mendorong bunga kredit lebih  rendah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau