JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia memprognosiskan pihaknya mengalami defisit anggaran tahunan sebesar Rp 5,637 triliun pada tahun 2009 ini.
Defisit anggaran ini diperoleh dari prognosis surplus anggaran operasional Rp 14,155 triliun dan prognosis anggaran kebijakan diprognosiskan yang defisit Rp 19,792 triliun. "Maka keseluruhan BI akan defisit anggaran Rp 5,637 triliun," kata Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9).
Menurut Darmin, dalam lima tahun ke depan BI akan menghadapi stabilitas moneter keuangan dan perbankan yang perlu mendapat perhatian serius. "Maka kebijakan di sektor moneter perlu diperkuat pada perumusan dan implementasi makro ekonomi. Juga tekanan inflasi dengan pertimbangkan pertumbuhan ekonomi berkualitas," paparnya.
Di sektor stabilitas sistem keuangan, Darmin mengatakan akan tetap difokuskan pada kebijakan perbankan yang mendorong prinsip kehati-hatian dengan peningkatan manajemen risiko, dan bank efektif serta sistem pembayaran yang andal. "Sejalan dengan itu perlu didukung organisasi kerja yang efektif dan SDM yang profesional dan leadership kuat. Untuk itu maka penyusunan anggaran BI pada 2010 akan ada kenaikan anggaran operasional 9,22 persen," katanya.
Darmin menegaskan, tambahan anggaran itu diperlukan untuk pengembangan biaya SDM, biaya logistik, inventaris kantor, serta untuk IT barang rusak dan tidak layak pakai. "Kami telah berupaya agar perencanaan anggaran lebih baik dan komitmen untuk tetap efisien dan efektif dalam penggunaan anggaran," paparnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang