BANTUL, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Bantul mulai memasarkan rumah susun sederhana atau rusunawa. Bangunan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat Bantul yang belum memiliki tempat tinggal. Harga sewanya Rp 125.000-Rp 200.000 per kamar per bulan.
"Sejak pendaftaran dibuka pertengahan Agustus lalu, jumlah peminat sudah mencapai 59 orang. Itu belum termasuk pendaftaran yang dibuka oleh dinas pekerjaan umum," kata Elviani, bagian administrasi rusunawa, Kamis (3/9).
Menurutnya, harga sewa tergantung dari lokasi kamar. Untuk lantai II tarifnya Rp 200.000, lantai III Rp 175.000, lantai IV Rp 150.000, dan lantai V Rp 125.000. Untuk lantai I tidak dipakai untuk kamar hunian, tetapi tempat parkir dan tempat usaha.
"Kami belum bisa memastikan kapan penempatan bagi penghuni bisa dimulai. Semuanya masih menunggu petunjuk. Yang jelas, pendaftaran sudah dibuka. Masyarakat bisa mendaftar langsung ke lokasi atau ke kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul," ujar Elviani lagi.
Bangunan rusunawa terdiri dari dua blok dengan total kamar 198 buah. Rusunawa dibangun di Dusun Glugo, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, di lahan seluas 1,3 hektar. Luas tiap kamar berkisar 24 meter persegi. Tiap kamar memiliki ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan kamar tidur.
"Sampai saat ini, panitia masih menunggu peraturan daerah dan peraturan bupati yang secara resmi mengatur tarif sewa. Tarif yang kami tawarkan kepada calon penghuni sifatnya masih perkiraan karena belum ada ketentuan resminya. Mudah-mudahan saja tidak naik, tetapi justru turun," kata Suprihana, tim teknis rusunawa DPU Bantul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang