Korban Gempa Membutuhkan Air Bersih

Kompas.com - 03/09/2009, 19:59 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sekitar 500 orang korban gempa di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang mengungsi di tenda-tenda darurat sangat membutuhkan air bersih. Apalgi dalam dua bulan terakhir warga Cigalontang kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Mimin Nurjanah (35), Kamis (3/9), mengatakan, sebelum gempa terjadi warga di Cigalontang sudah kesulitan mendapatkan air bersih. Terjadinya gempa semakin menyulitkan warga mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Debit air dari PDAM berkurang sementara sumur warga pun banyak yang kering akibat kemarau. Akibat gempa pula aliran listrik di sejumlah rumah terputus sehingga pompa penyedot air tidak bisa berjalan.

"Sudah dua bulan di Cigalontang susah air. Bahkan, sempat terjadi wabah diare karena banyak warga yang terpaksa memanfaatkan air kolam untuk keperluan sehari-hari," kata Mimin.

Saat ini, baru ada dua hidran umum yang menampung air bersih kiriman dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura, Tasikmalaya. Pengungsi mengambil air bersih dari hidran umum ini.

Selain dari hidran umum, warga juga mencari air bersih ke dua mata air yang masih mengalir di sekitar lingkungan. Mereka rela mengantre berjam-jam demi beberapa jeriken air bersih. Selain itu, ada juga yang membeli air bersih dari warga lain yang menjual. Satu jeriken air bersih isi 20 liter dijual seharga Rp 1.000.

Direktur Perusahaam Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura Tasikmalaya, Atang Kardian, mengatakan, PDAM Tirta Sukapura saat ini hanya bisa menyuplai kebutuhan air bersih untuk pengungsi sebanyak tiga tanki per hari. Satu tanki berisi 3.000 liter air bersih. "Kebutuhan pengungsi yang mendesak memang air. Tapi mobil tangki kami cuma ada tiga. Kami sedang menghitung berap pastinya kebutuhan mobil tangki untuk dipakai di sini," kata Atang.

Selain mobil tanki air yang perlu ditambah, Atang juga menyampaikan minimnya hidran umum dan sarana mandi, cuci, kakus umum yang tersedia saat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau