Dipanggil Mabes, KPK Surati Kapolri

Kompas.com - 04/09/2009, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (4/9), menyurati balik Mabes Polri. Pasalnya, pemanggilan yang dilakukan oleh Mabes Polri terhadap delapan orang pejabat KPK, Jumat ini, dinilai KPK tidak berdasar. Surat balasan tersebut dikirimkan KPK kepada Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri.

"Atas ini (pemanggilan dinilai tidak berdasar) pimpinan KPK hari ini kembali mengirimkan surat ke Mabes Polri untuk menanyakan perihal pemanggilan ini," kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/9).

Mabes Polri atas perintah dari Kabareskrim Komjen Susno Duadji, Kamis (3/9), melayangkan surat panggilan kepada delapan orang pejabat KPK yang sedianya dilakukan pada Jumat ini. Delapan orang tersebut, yaitu empat orang Pimpinan KPK, Direktur Penyidikan KPK, Kepala Biro Hukum KPK, dan satu orang penyidik serta penyelidik KPK.

Para pejabat KPK tersebut akan diperiksa Mabes Polri sebagai saksi terkait Pasal 23 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Namun, KPK menolak memenuhi panggilan tersebut karena dinilai tidak berdasar. Lebih lanjut Johan mengatakan, para pejabat KPK akan memenuhi panggilan dari Mabes Polri jika panggilan tersebut jelas dan berdasar.

"Kita cukup bingung juga atas panggilan ini. Kewenangan apa yang dipermasalahkan Mabes Polri ke kita. Kalau kita penuhi panggilan itu kan harus jelas (maksud panggilannya)," katanya.

Surat panggilan dari Mabes Polri kepada KPK itu sendiri bernomor Pol. S. Pgl/321/IX/2009/Pidkor dan WCC ditandatangani oleh an Dir Pidkor dan WCC Kanit V Kombes Aji Benny Mokalu, Dir Pidkor dan WCC Kombes Yohannes Mahar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau