TOKYO, KOMPAS.com — Dalam empat bulan berturut-turut, Toyota Prius berhasil mengukuhkan diri sebagai produk terlaris di pasar mobil Jepang. Salah satu penyebabnya, adanya insentif pemerintah berupa subsidi pajak sehingga penjualannya terus menguat.
The Japan Automobile Dealers Association (JADA) mengatakan, Toyota Motor Corp sebagai produsen mobil terbesar di dunia berhasil melego 21.669 Prius pada Agustus. Di posisi kedua, Honda Fit menguntit dengan penjualan 10.927 unit.
"Lonjakan penjualan yang dialami mobil hemat bahan bakar seperti hibrida benar-benar terasa dengan adanya subsidi dari pemerintah. Kebanyakan konsumen beralih ke kendaraan hibrida dan mobil ramah lingkungan lainnya dari kendaraan yang besar dan boros," ujar juru bicara JADA, Toshiki Miyake, seperti dikutip kantor berita AP, kemarin.
Meski Fit bukan kendaraan hibrida, masyarakat bisa menikmati keringanan pajak karena mobil ini masuk kategori efisien bahan bakar.
Meski memimpin, penjualan Prius anjlok hingga 22 persen jika dibandingkan posisi Juli. Bahkan, Fit juga merosot 36 persen dari bulan sebelumnya. Salah satu penyebabnya, Miyake menjelaskan, adalah banyaknya musim liburan di bulan lalu. Namun, hal ini tak mengurangi besarnya permintaan produk tersebut.
Sementara itu, Toyota Vitz, yang di Indonesia dikenal dengan nama Yaris, berada di posisi ketiga. Selanjutnya, rival utama di segmen hibrida, Honda Insight, hanya mampu menduduki posisi keempat dengan penjualan 7.900 unit atau turun 23 persen dari bulan sebelumnya.
Setelah 13 bulan keterpurukan, akhirnya penjualan mobil di Jepang mampu tumbuh positif menyentuh 198.265 unit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang