Didukung Insentif, Prius Terlaris

Kompas.com - 04/09/2009, 14:57 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Dalam empat bulan berturut-turut, Toyota Prius berhasil mengukuhkan diri sebagai produk terlaris di pasar mobil Jepang. Salah satu penyebabnya, adanya insentif pemerintah berupa subsidi pajak sehingga penjualannya terus menguat.

The Japan Automobile Dealers Association (JADA) mengatakan, Toyota Motor Corp sebagai produsen mobil terbesar di dunia berhasil melego 21.669 Prius pada Agustus. Di posisi kedua, Honda Fit menguntit dengan penjualan 10.927 unit.

"Lonjakan penjualan yang dialami mobil hemat bahan bakar seperti hibrida benar-benar terasa dengan adanya subsidi dari pemerintah. Kebanyakan konsumen beralih ke kendaraan hibrida dan mobil ramah lingkungan lainnya dari kendaraan yang besar dan boros," ujar juru bicara JADA, Toshiki Miyake, seperti dikutip kantor berita AP, kemarin.

Meski Fit bukan kendaraan hibrida, masyarakat bisa menikmati keringanan pajak karena mobil ini masuk kategori efisien bahan bakar.

Meski memimpin, penjualan Prius anjlok hingga 22 persen jika dibandingkan posisi Juli. Bahkan, Fit juga merosot 36 persen dari bulan sebelumnya. Salah satu penyebabnya, Miyake menjelaskan, adalah banyaknya musim liburan di bulan lalu. Namun, hal ini tak mengurangi besarnya permintaan produk tersebut.

Sementara itu, Toyota Vitz, yang di Indonesia dikenal dengan nama Yaris, berada di posisi ketiga. Selanjutnya, rival utama di segmen hibrida, Honda Insight, hanya mampu menduduki posisi keempat dengan penjualan 7.900 unit atau turun 23 persen dari bulan sebelumnya.

Setelah 13 bulan keterpurukan, akhirnya penjualan mobil di Jepang mampu tumbuh positif menyentuh 198.265 unit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau