Sneijder Merasa Dianggap Bocah di Madrid

Kompas.com - 04/09/2009, 19:53 WIB

MILAN, KOMPAS.com — Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, mengakui bahwa ia merasa diperlakukan seperti anak-anak ketika masih membela Real Madrid. Kini ia jadi trequartista di Inter dan yakin bahwa timnya lebih kuat dibanding "El Real".

Wajar Sneijder begitu yakin akan kekuatan timnya. Setibanya Giuseppe Meazza, Sneijder tak perlu berlama-lama untuk beradaptasi. Pada debutnya, Sneijder langsung menunjukkan kekuatan dan ikut membawa Inter menang 4-0 atas AC Milan. Kemenangan tersebut tak lepas dari perannya yang menjadi tumpuan di lini tengah.

Peran seperti itu jarang ia dapatkan di Santiago Bernabeu. Ia tahu bahwa Madrid adalah kumpulan pemain hebat, tetapi itu sebagai individual.

"Mungkin Real lebih baik pada level individu, tapi kami lebih baik secara tim," ujar pemain Belanda tersebut kepada La Gazzetta dello Sport.

"Aku memilih Inter karena aku ingin menjadi pelaku utama. Di Madrid, aku menjadi salah satu dari banyak pemain dan mereka memperlakukanku seperti anak-anak," tambahnya.

Meski demikian, Sneijder tetap merasa bangga pernah menjadi pemain "Los Blancos". Bagaimanapun juga Madrid adalah tim raksasa Spanyol yang disegani di dunia.

"Aku merasa, pelatih di Madrid tidak punya pengaruh banyak. Real adalah bagian dunia, uang tidak masalah bagi mereka sehingga mereka tidak perlu menghargai pemain. Namun, aku masih bangga menjadi bagian sejarah mereka," ujar pemain 25 tahun tersebut.

Musim lalu, Sneijder hanya bermain sebanyak 18 kali di Liga Divisi Primera, plus empat kali sebagai cadangan. Setahun sebelumnya, ia tampil sebanyak 30 kali, tiga di antaranya sebagai pengganti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau