MILAN, KOMPAS.com — Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, mengakui bahwa ia merasa diperlakukan seperti anak-anak ketika masih membela Real Madrid. Kini ia jadi trequartista di Inter dan yakin bahwa timnya lebih kuat dibanding "El Real".
Wajar Sneijder begitu yakin akan kekuatan timnya. Setibanya Giuseppe Meazza, Sneijder tak perlu berlama-lama untuk beradaptasi. Pada debutnya, Sneijder langsung menunjukkan kekuatan dan ikut membawa Inter menang 4-0 atas AC Milan. Kemenangan tersebut tak lepas dari perannya yang menjadi tumpuan di lini tengah.
Peran seperti itu jarang ia dapatkan di Santiago Bernabeu. Ia tahu bahwa Madrid adalah kumpulan pemain hebat, tetapi itu sebagai individual.
"Mungkin Real lebih baik pada level individu, tapi kami lebih baik secara tim," ujar pemain Belanda tersebut kepada La Gazzetta dello Sport.
"Aku memilih Inter karena aku ingin menjadi pelaku utama. Di Madrid, aku menjadi salah satu dari banyak pemain dan mereka memperlakukanku seperti anak-anak," tambahnya.
Meski demikian, Sneijder tetap merasa bangga pernah menjadi pemain "Los Blancos". Bagaimanapun juga Madrid adalah tim raksasa Spanyol yang disegani di dunia.
"Aku merasa, pelatih di Madrid tidak punya pengaruh banyak. Real adalah bagian dunia, uang tidak masalah bagi mereka sehingga mereka tidak perlu menghargai pemain. Namun, aku masih bangga menjadi bagian sejarah mereka," ujar pemain 25 tahun tersebut.
Musim lalu, Sneijder hanya bermain sebanyak 18 kali di Liga Divisi Primera, plus empat kali sebagai cadangan. Setahun sebelumnya, ia tampil sebanyak 30 kali, tiga di antaranya sebagai pengganti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang